Showing posts with label Bisnis Kreatif. Show all posts
Showing posts with label Bisnis Kreatif. Show all posts

4 Jenis Passive Income, Yang Bisa Anda Milik Sobat

Bisnis Kreatif - Hallo sahabat BELAJAR DROPSHIP, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Bisnis Kreatif, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Bisnis Kreatif, Artikel Ide Bisnis, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : 4 Jenis Passive Income, Yang Bisa Anda Milik Sobat
link : 4 Jenis Passive Income, Yang Bisa Anda Milik Sobat

Baca juga


Bisnis Kreatif

 Apa kabar sobat, sehat selalu ?

Mungkin jika Anda pantau FB saya, saat ini saya lebih banyak membahas permasalahan Passive Income
dibandingkan dengan Bisnis Online Sobat.

Kenapa?

Alasannya karena jika Anda mempunyai uang dari Bisnis Online tentu, Anda ada 2 pilihan yaitu :

1. Ekspansi bisnis anda
2. Investasikan sebagian hasilnya ke Bisnis Passive Income

Betul ?

Lalu Apakah Sebenarnya Yang Dimaksud Dengan Passive Income tersebut?

Passive Income adalah dimana Anda menaruh uang dalam 1 bisnis dan bisnis itu menghasilkan uang
untuk Anda, tanpa harus Anda slalu memantau dan berada di bisnis tersebut.


Hanya ada 4 income yang bisa digolongkan kedalam PASSIVE INCOME!

Diluar ini adalah ACTIVE INCOME, dimana Anda menukarkan Waktu Anda untuk Uang.

1. Bunga.
   Anda tidak salah membaca. passive Income pertama yang sudah pasti Anda ketahui tentunya namanya
  Bunga Bank.

Anda menabung di bank, tiap bulan Anda mendapatkan bunga atas simpanan Anda. Tanpa harus Anda bekerja
untuk Bank tentunya Sobat.

 Dan jika  anda ingin profit bertambah, tentunya di pindahkan ke Deposit sehingga yang di dapatkan lebih tinggi tentunya sekitar 6% pertahun belum lagi dipotong pajak bunga 20%

Jika Anda dalam 1 bulan membutuhkan Biaya hidup untuk keluarga sekitar Rp. 25 juta sebulan.
maka Rp. 25 juta x 12 bulan = 300 juta..

Jadi dengan kata lain anda membutuhkan uang kurang lebih sekitar 6 MILYAR sobat untuk di depositokan.
supaya Anda mempunyai mendapatkan uang untuk biaya hidup tanpa harus bekerja.

2. Dividen
  Dividen adalah sejumlah uang yang anda dapatkan dari persentase keuntungan jika Anda memiliki sejumlah
saham di perusahaan tertentu atau anda memiliki saham di perusahaan Anda sendiri yang join dengan partner
bisnis Anda.


3. Royalti
 kalau Anda bisa menulis buku, menulis lagu, membuat film / video ecourse, paten merk / design. Apapun yang bisa mendatangkan royalti, maka Anda bisa mendapatkan passive income dari hasil karya tulis / ide Anda.

4. Uang Sewa dari properti.
   ini merupakan Bisnis yang sedang saya geluti dan dalami. dan menjadi Favorite saya saat ini.

Pertama, Sobat bisa mendapatkan uang dari hasil menyewakan properti dan Harga sewa yang menentukan
Sobat sendiri bukan si penyewa.


Contoh:
Anda memiliki sebuah rumah kost.
Setiap kamar anda sewakan 1 juta rupiah.
Nah anda ingin menaikan harga sewa, bisa atau tidak?
Sangat bisa!

Anda tambahin kamar mandi dalam, maka anda bisa jual 1,5 juta.
Lalu Anda pasangin AC ,anda bisa jual 2juta.
Lalu anda tambah TV CABLE dan internet, anda bisa jual 2,5 juta.
Lalu anda tambahin water heater, anda bisa jual 3 juta.
Banyak sekali yang anda bisa lakukan, dan semua kontrolnya ditangan anda!

Anda ingin terimanya tiap tahun sekali, anda sewakan per tahun
Anda ingin terima bulanan, anda sewakan per bulan
Anda ingin terima uang tiap hari, anda sewakan harian
Semua kontrol di tangan anda

Kalau interest, bank yang tentukan.
Kalau dividen, RUPS yang tentukan.
Kalau royalti, penerbit atau label yang tentukan
Kalau sewa Properti tentunya, ANDA SENDIRI yang tentukan harganya karena itu milik Anda Pribadi !

Kedua,
Harga nilai property yang disewakan juga PASTI akan SELALU ADA dan MENINGKAT nilainya!

Penghasilan interest ( uang ) nilainya turun tahun demi tahun, apalagi karena saat ini bank tidak membutuhkan uang terlalu banyak uang hasil tax amnesty yang masuk ke perbankan indonesia!

Penghasilan dividen ( Saham ) belum tentu ada 100 atau 20 tahun lagi.

Tentunya anda sudah tahu Nyonya menir perusahaan yang sudah melebihi 20tahun terpaksa Tumbang dan hilang, dan bahkan beberapa perusahaan lama lainnya sedang perlahan tetapi pasti menutup Offline Bisnisnya.

Penghasilan royalti ( karya anda) belum tentu masih laku terjual 5 - 10 tahun lagi, karena mungkin sudah ada yang membuatnya lagi, dan perusahaan tersebut sudah tidak ingin produksi karya anda lagi.

Tapi sekali lagi, penghasilan sewa Properti pasti akan tetap ada disana 100 tahun lagi, dan pasti meningkat nilainya!

Kalau anda menginginkan passive income sebesar 100 juta sebulan, maka yg perlu anda lakukan adalah memiliki
100 kamar dengan sewa 1 juta , atau
68 kamar dengan sewa 1,5 juta , atau
50 kamar dengan sewa 2 juta , atau
40 kamar dengan sewa 2,5 juta , atau
33 kamar dengan sewa 3 juta, atau
25 kamar dengan sewa 4 juta.
Propertinya sendiri akan meningkat nilainya dari tahun ke tahun!

Mari pilih passive income yang anda inginkan, dan berfokus untuk menghasilkan passive income yg cukup untuk menggantikan active income anda!

 Apa kabar sobat, sehat selalu ?

Mungkin jika Anda pantau FB saya, saat ini saya lebih banyak membahas permasalahan Passive Income
dibandingkan dengan Bisnis Online Sobat.

Kenapa?

Alasannya karena jika Anda mempunyai uang dari Bisnis Online tentu, Anda ada 2 pilihan yaitu :

1. Ekspansi bisnis anda
2. Investasikan sebagian hasilnya ke Bisnis Passive Income

Betul ?

Lalu Apakah Sebenarnya Yang Dimaksud Dengan Passive Income tersebut?

Passive Income adalah dimana Anda menaruh uang dalam 1 bisnis dan bisnis itu menghasilkan uang
untuk Anda, tanpa harus Anda slalu memantau dan berada di bisnis tersebut.


Hanya ada 4 income yang bisa digolongkan kedalam PASSIVE INCOME!

Diluar ini adalah ACTIVE INCOME, dimana Anda menukarkan Waktu Anda untuk Uang.

1. Bunga.
   Anda tidak salah membaca. passive Income pertama yang sudah pasti Anda ketahui tentunya namanya
  Bunga Bank.

Anda menabung di bank, tiap bulan Anda mendapatkan bunga atas simpanan Anda. Tanpa harus Anda bekerja
untuk Bank tentunya Sobat.

 Dan jika  anda ingin profit bertambah, tentunya di pindahkan ke Deposit sehingga yang di dapatkan lebih tinggi tentunya sekitar 6% pertahun belum lagi dipotong pajak bunga 20%

Jika Anda dalam 1 bulan membutuhkan Biaya hidup untuk keluarga sekitar Rp. 25 juta sebulan.
maka Rp. 25 juta x 12 bulan = 300 juta..

Jadi dengan kata lain anda membutuhkan uang kurang lebih sekitar 6 MILYAR sobat untuk di depositokan.
supaya Anda mempunyai mendapatkan uang untuk biaya hidup tanpa harus bekerja.

2. Dividen
  Dividen adalah sejumlah uang yang anda dapatkan dari persentase keuntungan jika Anda memiliki sejumlah
saham di perusahaan tertentu atau anda memiliki saham di perusahaan Anda sendiri yang join dengan partner
bisnis Anda.


3. Royalti
 kalau Anda bisa menulis buku, menulis lagu, membuat film / video ecourse, paten merk / design. Apapun yang bisa mendatangkan royalti, maka Anda bisa mendapatkan passive income dari hasil karya tulis / ide Anda.

4. Uang Sewa dari properti.
   ini merupakan Bisnis yang sedang saya geluti dan dalami. dan menjadi Favorite saya saat ini.

Pertama, Sobat bisa mendapatkan uang dari hasil menyewakan properti dan Harga sewa yang menentukan
Sobat sendiri bukan si penyewa.


Contoh:
Anda memiliki sebuah rumah kost.
Setiap kamar anda sewakan 1 juta rupiah.
Nah anda ingin menaikan harga sewa, bisa atau tidak?
Sangat bisa!

Anda tambahin kamar mandi dalam, maka anda bisa jual 1,5 juta.
Lalu Anda pasangin AC ,anda bisa jual 2juta.
Lalu anda tambah TV CABLE dan internet, anda bisa jual 2,5 juta.
Lalu anda tambahin water heater, anda bisa jual 3 juta.
Banyak sekali yang anda bisa lakukan, dan semua kontrolnya ditangan anda!

Anda ingin terimanya tiap tahun sekali, anda sewakan per tahun
Anda ingin terima bulanan, anda sewakan per bulan
Anda ingin terima uang tiap hari, anda sewakan harian
Semua kontrol di tangan anda

Kalau interest, bank yang tentukan.
Kalau dividen, RUPS yang tentukan.
Kalau royalti, penerbit atau label yang tentukan
Kalau sewa Properti tentunya, ANDA SENDIRI yang tentukan harganya karena itu milik Anda Pribadi !

Kedua,
Harga nilai property yang disewakan juga PASTI akan SELALU ADA dan MENINGKAT nilainya!

Penghasilan interest ( uang ) nilainya turun tahun demi tahun, apalagi karena saat ini bank tidak membutuhkan uang terlalu banyak uang hasil tax amnesty yang masuk ke perbankan indonesia!

Penghasilan dividen ( Saham ) belum tentu ada 100 atau 20 tahun lagi.

Tentunya anda sudah tahu Nyonya menir perusahaan yang sudah melebihi 20tahun terpaksa Tumbang dan hilang, dan bahkan beberapa perusahaan lama lainnya sedang perlahan tetapi pasti menutup Offline Bisnisnya.

Penghasilan royalti ( karya anda) belum tentu masih laku terjual 5 - 10 tahun lagi, karena mungkin sudah ada yang membuatnya lagi, dan perusahaan tersebut sudah tidak ingin produksi karya anda lagi.

Tapi sekali lagi, penghasilan sewa Properti pasti akan tetap ada disana 100 tahun lagi, dan pasti meningkat nilainya!

Kalau anda menginginkan passive income sebesar 100 juta sebulan, maka yg perlu anda lakukan adalah memiliki
100 kamar dengan sewa 1 juta , atau
68 kamar dengan sewa 1,5 juta , atau
50 kamar dengan sewa 2 juta , atau
40 kamar dengan sewa 2,5 juta , atau
33 kamar dengan sewa 3 juta, atau
25 kamar dengan sewa 4 juta.
Propertinya sendiri akan meningkat nilainya dari tahun ke tahun!

Mari pilih passive income yang anda inginkan, dan berfokus untuk menghasilkan passive income yg cukup untuk menggantikan active income anda!

Hidup Lebih Baik yang Belum Tentu Disambut Baik (BegitulahShifting Terjadi).

Bisnis Kreatif - Hallo sahabat BELAJAR DROPSHIP, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Bisnis Kreatif, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Bisnis Kreatif, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Hidup Lebih Baik yang Belum Tentu Disambut Baik (BegitulahShifting Terjadi).
link : Hidup Lebih Baik yang Belum Tentu Disambut Baik (BegitulahShifting Terjadi).

Baca juga


Bisnis Kreatif

Hidup Lebih Baik yang Belum Tentu Disambut Baik (BegitulahShifting Terjadi)...
-oleh Prof. Rhenald Kasali
Mungkin inilah zaman pertemuan dua generasi yang paling membingungkan sepanjang sejarah. Ini bukan soal generasi kertas vs generasi digital semata. Melainkan soal di mana dunia kita berada, sehingga ekonomi menjadi berubah arah dan banyak yang bangkrut. Ini juga bukan soal kebijakan ekonomi, ini soal teknologi yang mengubah platform hidup, ekonomi dan kehidupan.
Saya menyebutnya shifting, tetapi sebagian besar ekonom “tua” menyebutnya resesi, pelemahan daya beli dan seterusnya. Saya menyebut apa yang dilakukan generasi Nadiem Makarim sebagai inovasi, bahkan disruption. Tetapi manajer-manajer “tua”, bilang mereka “bakar uang.” Mereka bilang retail online kecil, tapi anak-anak kita bilang “besar”..
Saya bilang mereka punya “business model,” tetapi regulatornya bilang itu sebagai industri predator. Maka regulasinya pun berpihak ke masa lalu.
Hari semakin petang saat satu persatu usaha konvensional berguguran, tetapi saya belum melihat yang tua ikhlas menerima proses shifting ini. Mengakui belum, blame jalan terus, tetapi usaha-usaha lama bakal berguguran terus.
Dari Armada laut ke retail dan bank
Tiga tahun lalu kita membaca tentang keributan dalam industri jasa angkutan penumpang taksi. Di sini mulai ramai pertempuran antara ojek pangkalan vs. Gojek. Lalu antara pengemudi angkot dengan Gojek. Disusul demo sopir taksi melawan taksi online.
Tahun lalu, korbannya adalah angkutan laut dan hotel. Produsen kapal asal Korea (Hanjin) meminta perlindungan bangkrut. Lalu disusul oleh Maersk dan Hyundai. Setelah itu Rickmers Group (Jerman), Sinopacific Dayang, Wenzhou Shipping dan Zhejiang (China). Jumlah kapal yang dibutuhkan oleh perdagangan dunia sudah berubah menyusul penggunaan telekomunikasi dan aplikasi baru yang serba tracking dan perubahan pola peletakan industri global.
Setelah itu tahun ini kita melihat empat industri: Mainan anak-anak, retail, perbankan dan industri-industri tertentu. Level of competition meningkat, dan pendatang-pendatang tertentu masuk dengan platform baru. Industri mainan anak-anak Indonesia mengeluh penjualannya drop 30%, karena masih mengandalkan mainan berbahan plastik. Jangankan mainan anak-anak seperti itu, boneka Barbie saja pun kena imbas. Bahkan Toy ‘R’ Us di Amerika mengajukan pailit.
Sementara industri mainan anak-anak konvensional kesulitan, industri pembuatan game online di Indonesia berkembang pesat. Diduga omsetnya mencapai USD 10 juta.
Kita juga membaca satu per satu retail di Indonesia menutup outletnya. Terakhir Debenhams dan Lotus. Tapi nanti dulu, itu bukan cuma terjadi di sini. Di USA, tahun ini saja sudah 1430 toko milik Radio Shack yang ditutup, lalu 808 outlet milik toko sepatu Payless, 238 outlet Kmart, 160 toko Crocs (sepatu), 138 outlet JC Penny, 98 Sears, 68 Macy’s, 70 outlet CVS, 154 toko untuk Walmart, 128 outlet Michael Kors dan seterusnya.
Dari Jepang pagi ini saya mendengar Mizuho bank akan mengurangi 19.000 dari 50.000 karyawannya setelah keuntungannya banyak dimakan fintech. Ini sejalan dengan bank-bank nasional yang mulai melakukan hal serupa, minimal tak lagi membuka cabang baru.
Jadi kalau kita melihat baru beberapa toko besar yang ditutup di sini, dan mulai sepinya belanja di Glodok dan toko grosir Tanah Abang, maka sesungguhnya itu belum seberapa. Ini baru tahap awal. Nanti, saya bisa ceritakan bahwa, brand pun berubah bagi millennials: Branded (luxuries) akan menjadi public brand.
Bencana atau peluang
Shifting tentu berbeda dengan krisis atau resesi yang lebih banyak dipandang sebagai bencana yang amat memilukan. Shifting dapat diibaratkan Anda tengah bermain balon eo’. Masih ingatkah balon yang terdiri dari dua buah dan berhubungan. Kalau yang satu ditekan, maka anginnya akan pindah ke balon yang besar dan berbunyi eo’, eo’ …
Ya seperti itulah. Angin berpindah, lalu ada yang terkejut karena terjepit dan ruangnya hampa. Manusia-manusianya akan bertingkah polah mirip cerita Who Moved My Cheese. Manusianya bolak-balik kembali ke tempat yang sama dan berteriak-teriak marah: Kembalikan keju saya! Kembalikan! Duh, siapa yang mencurinya? Siapa yang memindahkannya?
Padahal, menurut Ken Blanchard & Johnson yang menulis perumpamaan itu, keju adalah symbol dari apa saja yang membawa kebahagiaan. Ia bisa berupa kue, pekerjaan, kekasih, kekayaan, perusahaan, atau bahkan keterampilan. Dan semuanya tak abadi, bisa pindah atau dipindahkan “ke tempat” lain.
Dan di dalam cerita itu disebutkan ada dua ekor tikus yang selalu bekerja dan mencari “keju” itu ke tempat lain. Anda yang mempunyai “Shio” tikus barangkali punya perilaku yang sama: Tak bisa diam di tempat. Nah, keduanyalah yang menemukannya. Ternyata di tempat lain itu ada keju-keju lain yang sama nikmatnya dan jauh lebih besar.
Mereka menuding resesi atau daya beli itu ibarat “manusia” tadi. Tidak bisa melihat keju yang telah berpindah ke tempat lain. Ia hanya mengais rejeki di tempat yang sama. Resesi atau lemahnya daya beli, kalau balon, maka itu diibaratkan satu balon yang mengempis atau kalau krisis, balonnya pecah.
Dan harap diketahui kita baru saja berada di depan pintu gerbang Disruptions. Saya harap Anda sudah membaca bukunya. Dalam proses disruption itu, teknologi tengah mematikan jarak dan membuat semua perantara (middlemen) kehilangan peran. Akibatnya margin 20-40% yang selama ini dinikmati para penyalur (grosir – retailer) diserahkan kepada digital marketplace (± 5%), seperti Tokopedia, Bukalapak, OLX, dan konsumen. Konsumen pun menikmati harga-harga yang jauh lebih terjangkau.
Ditambah lagi, kini generasi millennials telah menjadi pemain penting dalam konsumsi. Dan tahukah Anda, setidaknya satu dari beberapa anak Anda telah menjadi wirausaha baru. Mereka beriklan di dunia maya seperti di FB dan IG, dan mendapatkan pelanggan di sana, berjualan di sana, dan perbuatannya tidak terpantau regulator bahkan orang tua mereka sekalipun.
Di era ini, para pengusaha lama perlu mendisrupsi diri, membongkar struktur biaya, bukan bersekutu dengan regulator, mengundang kaum muda untuk membantu meremajakan diri, agar siap bertarung dengan cara-cara baru. Biarkan saja kaum tua meratapi hari ini dengan mengatakan daya beli, krisis, atau resesi.
Dunia ini sedang shifting. Orang tua-orang tua muda sedang memangku cyber babies, kaum remaja terlibat cyber romance. Mereka belajar di dunia cyber, dan menjadi pekerja mandiri.
Dan masih banyak hal yang akan berpindah, bukan musnah. Ia menciptakan jutaan kesempatan baru yang begitu sulit ditangkap orang-orang lama, atau orang-orang malas yang sudah tinggal di bawah selimut rasa nyaman masa lalu.
Ayo nikmati shifting ini.

Hidup Lebih Baik yang Belum Tentu Disambut Baik (BegitulahShifting Terjadi)...
-oleh Prof. Rhenald Kasali
Mungkin inilah zaman pertemuan dua generasi yang paling membingungkan sepanjang sejarah. Ini bukan soal generasi kertas vs generasi digital semata. Melainkan soal di mana dunia kita berada, sehingga ekonomi menjadi berubah arah dan banyak yang bangkrut. Ini juga bukan soal kebijakan ekonomi, ini soal teknologi yang mengubah platform hidup, ekonomi dan kehidupan.
Saya menyebutnya shifting, tetapi sebagian besar ekonom “tua” menyebutnya resesi, pelemahan daya beli dan seterusnya. Saya menyebut apa yang dilakukan generasi Nadiem Makarim sebagai inovasi, bahkan disruption. Tetapi manajer-manajer “tua”, bilang mereka “bakar uang.” Mereka bilang retail online kecil, tapi anak-anak kita bilang “besar”..
Saya bilang mereka punya “business model,” tetapi regulatornya bilang itu sebagai industri predator. Maka regulasinya pun berpihak ke masa lalu.
Hari semakin petang saat satu persatu usaha konvensional berguguran, tetapi saya belum melihat yang tua ikhlas menerima proses shifting ini. Mengakui belum, blame jalan terus, tetapi usaha-usaha lama bakal berguguran terus.
Dari Armada laut ke retail dan bank
Tiga tahun lalu kita membaca tentang keributan dalam industri jasa angkutan penumpang taksi. Di sini mulai ramai pertempuran antara ojek pangkalan vs. Gojek. Lalu antara pengemudi angkot dengan Gojek. Disusul demo sopir taksi melawan taksi online.
Tahun lalu, korbannya adalah angkutan laut dan hotel. Produsen kapal asal Korea (Hanjin) meminta perlindungan bangkrut. Lalu disusul oleh Maersk dan Hyundai. Setelah itu Rickmers Group (Jerman), Sinopacific Dayang, Wenzhou Shipping dan Zhejiang (China). Jumlah kapal yang dibutuhkan oleh perdagangan dunia sudah berubah menyusul penggunaan telekomunikasi dan aplikasi baru yang serba tracking dan perubahan pola peletakan industri global.
Setelah itu tahun ini kita melihat empat industri: Mainan anak-anak, retail, perbankan dan industri-industri tertentu. Level of competition meningkat, dan pendatang-pendatang tertentu masuk dengan platform baru. Industri mainan anak-anak Indonesia mengeluh penjualannya drop 30%, karena masih mengandalkan mainan berbahan plastik. Jangankan mainan anak-anak seperti itu, boneka Barbie saja pun kena imbas. Bahkan Toy ‘R’ Us di Amerika mengajukan pailit.
Sementara industri mainan anak-anak konvensional kesulitan, industri pembuatan game online di Indonesia berkembang pesat. Diduga omsetnya mencapai USD 10 juta.
Kita juga membaca satu per satu retail di Indonesia menutup outletnya. Terakhir Debenhams dan Lotus. Tapi nanti dulu, itu bukan cuma terjadi di sini. Di USA, tahun ini saja sudah 1430 toko milik Radio Shack yang ditutup, lalu 808 outlet milik toko sepatu Payless, 238 outlet Kmart, 160 toko Crocs (sepatu), 138 outlet JC Penny, 98 Sears, 68 Macy’s, 70 outlet CVS, 154 toko untuk Walmart, 128 outlet Michael Kors dan seterusnya.
Dari Jepang pagi ini saya mendengar Mizuho bank akan mengurangi 19.000 dari 50.000 karyawannya setelah keuntungannya banyak dimakan fintech. Ini sejalan dengan bank-bank nasional yang mulai melakukan hal serupa, minimal tak lagi membuka cabang baru.
Jadi kalau kita melihat baru beberapa toko besar yang ditutup di sini, dan mulai sepinya belanja di Glodok dan toko grosir Tanah Abang, maka sesungguhnya itu belum seberapa. Ini baru tahap awal. Nanti, saya bisa ceritakan bahwa, brand pun berubah bagi millennials: Branded (luxuries) akan menjadi public brand.
Bencana atau peluang
Shifting tentu berbeda dengan krisis atau resesi yang lebih banyak dipandang sebagai bencana yang amat memilukan. Shifting dapat diibaratkan Anda tengah bermain balon eo’. Masih ingatkah balon yang terdiri dari dua buah dan berhubungan. Kalau yang satu ditekan, maka anginnya akan pindah ke balon yang besar dan berbunyi eo’, eo’ …
Ya seperti itulah. Angin berpindah, lalu ada yang terkejut karena terjepit dan ruangnya hampa. Manusia-manusianya akan bertingkah polah mirip cerita Who Moved My Cheese. Manusianya bolak-balik kembali ke tempat yang sama dan berteriak-teriak marah: Kembalikan keju saya! Kembalikan! Duh, siapa yang mencurinya? Siapa yang memindahkannya?
Padahal, menurut Ken Blanchard & Johnson yang menulis perumpamaan itu, keju adalah symbol dari apa saja yang membawa kebahagiaan. Ia bisa berupa kue, pekerjaan, kekasih, kekayaan, perusahaan, atau bahkan keterampilan. Dan semuanya tak abadi, bisa pindah atau dipindahkan “ke tempat” lain.
Dan di dalam cerita itu disebutkan ada dua ekor tikus yang selalu bekerja dan mencari “keju” itu ke tempat lain. Anda yang mempunyai “Shio” tikus barangkali punya perilaku yang sama: Tak bisa diam di tempat. Nah, keduanyalah yang menemukannya. Ternyata di tempat lain itu ada keju-keju lain yang sama nikmatnya dan jauh lebih besar.
Mereka menuding resesi atau daya beli itu ibarat “manusia” tadi. Tidak bisa melihat keju yang telah berpindah ke tempat lain. Ia hanya mengais rejeki di tempat yang sama. Resesi atau lemahnya daya beli, kalau balon, maka itu diibaratkan satu balon yang mengempis atau kalau krisis, balonnya pecah.
Dan harap diketahui kita baru saja berada di depan pintu gerbang Disruptions. Saya harap Anda sudah membaca bukunya. Dalam proses disruption itu, teknologi tengah mematikan jarak dan membuat semua perantara (middlemen) kehilangan peran. Akibatnya margin 20-40% yang selama ini dinikmati para penyalur (grosir – retailer) diserahkan kepada digital marketplace (± 5%), seperti Tokopedia, Bukalapak, OLX, dan konsumen. Konsumen pun menikmati harga-harga yang jauh lebih terjangkau.
Ditambah lagi, kini generasi millennials telah menjadi pemain penting dalam konsumsi. Dan tahukah Anda, setidaknya satu dari beberapa anak Anda telah menjadi wirausaha baru. Mereka beriklan di dunia maya seperti di FB dan IG, dan mendapatkan pelanggan di sana, berjualan di sana, dan perbuatannya tidak terpantau regulator bahkan orang tua mereka sekalipun.
Di era ini, para pengusaha lama perlu mendisrupsi diri, membongkar struktur biaya, bukan bersekutu dengan regulator, mengundang kaum muda untuk membantu meremajakan diri, agar siap bertarung dengan cara-cara baru. Biarkan saja kaum tua meratapi hari ini dengan mengatakan daya beli, krisis, atau resesi.
Dunia ini sedang shifting. Orang tua-orang tua muda sedang memangku cyber babies, kaum remaja terlibat cyber romance. Mereka belajar di dunia cyber, dan menjadi pekerja mandiri.
Dan masih banyak hal yang akan berpindah, bukan musnah. Ia menciptakan jutaan kesempatan baru yang begitu sulit ditangkap orang-orang lama, atau orang-orang malas yang sudah tinggal di bawah selimut rasa nyaman masa lalu.
Ayo nikmati shifting ini.

Welcome Leisure Economy

Bisnis Kreatif - Hallo sahabat BELAJAR DROPSHIP, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Bisnis Kreatif, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Bisnis Kreatif, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Welcome Leisure Economy
link : Welcome Leisure Economy

Baca juga


Bisnis Kreatif

Welcome Leisure Economy

The Phenomenon

Dalam 3 bulan terakhir muncul diskusi publik yang menarik mengenai fenomena turunnya daya beli konsumen kita yang ditandai dengan sepinya Roxi, Glodok, Matahari, Ramayana, Lotus, bahkan terakhir Debenhams di Senayan City.

Anggapan ini langsung dibantah oleh ekonom karena dalam lima tahun terakhir pertumbuhan riil konsumsi masyarakat robust di angka sekitar 5%. Kalau dilihat angkanya di tahun ini, pertumbuhan ekonomi sampai triwulan III-2017 masih cukup baik sebesar 5,01%. Perlu diingat bahwa konsumsi masyarakat (rumah tangga) masih menjadi kontributor utama PDB kita mencapai 54%.

Sebagian pakar mengatakan sepinya gerai ritel konvensional tersebut disebabkan oleh beralihnya konsumen ke gerai ritel online seperti Tokopedia atau Bukalapak. “Gerai-gerai tradisional di Roxi atau Glodok telah terimbas gelombang disrupsi digital,” begitu kata pakar.

Kesimpulan ini pun misleading karena penjualan e-commerce hanya menyumbang 1,2% dari total GDP kita, dan hanya sekitar 0,8% (2016) dari total penjualan ritel nasional. Memang pertumbuhannya sangat tinggi (eksponensial) tapi magnitute-nya belum cukup siknifikan untuk bisa membuat gonjang-ganjing industri ritel kita.

Kalau konsumen tak lagi banyak belanja di gerai ritel konvensional dan masih sedikit yang belanja di gerai online, maka pertanyaannya, duitnya dibelanjakan ke mana?

The Consumers

Tahun 2010 untuk pertama kalinya pendapatan perkapita masyarakat Indonesia melewati angka $3000. Oleh banyak negara termasuk Cina, angka ini keramat karena dianggap sebagai ambang batas (treshold) sebuah negara naik kelas dari negara miskin menjadi negara berpendapatan menengah (middle-income country).

Ketika melewati angka tersebut, sebagian besar masyarakatnya adalah konsumen kelas menengah (middle-class consumers) dengan pengeluaran berkisar antara $2-10 perhari. Di Indonesia, kini konsumen dengan rentang pengeluaran sebesar itu telah mencapai lebih dari 60% dari total penduduk.

Salah satu ciri konsumen kelas menengah ini adalah bergesernya pola konsumsi mereka dari yang awalnya didominasi oleh makanan-minuman menjadi hiburan dan leisure. Ketika semakin kaya (dan berpendidikan) pola konsumsi mereka juga mulai bergeser dari goods-based consumption (barang tahan lama) menjadi experience-based consumption (pengalaman).

Experience-based consumption ini antara lain: liburan, menginap di hotel, makan dan nongkrong di kafe/resto, nonton film/konser musik, karaoke, nge-gym, wellness, dan lain-lain.

Pergeseran inilah yang bisa menjelaskan kenapa Roxi atau Glodog sepi. Karena konsumen kita mulai tak banyak membeli gadget atau elektronik (goods), mereka mulai memprioritaskan menabung untuk tujuan liburan (experience) di tengah atau akhir tahun. Hal ini juga yang menjelaskan kenapa mal yang berkonsep lifestyle dan kuliner (kafe/resto) seperti Gandaria City, Gran Indonesia, atau Kasablanka tetap ramai, sementara yang hanya menjual beragam produk (pakaian, sepatu, atau peralatan rumah tangga) semakin sepi.

The Shifting

Nah, rupanya pola konsumsi masyarakat Indonesia bergeser sangat cepat menuju ke arah experience-based consumption. Data terbaru BPS menunjukkan, pertumbuhan pengeluaran rumah tangga yang terkait dengan “konsumsi pengalaman” ini meningkat pesat. Pergeseran pola konsumsi dari “non-leisure” ke “leisure” ini mulai terlihat nyata sejak tahun 2015

Untuk kuartal II-2017 misalnya, konsumsi rumah tangga tumbuh 4,95% dari kuartal sebelumnya 4,94%. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga ini dinilai melambat lantaran konsumsi rumah tangga dari sisi makanan dan minuman, konsumsi pakaian, alas kaki, perumahan dan perlengkapan rumah tangga, (goods-based) hanya tumbuh tipis antara 0,03-0,17%. Sementara konsumsi restoran dan hotel (experience-based) melonjak dari 5,43% menjadi 5,87%. “Jadi shifting-nya adalah mengurangi konsumsi yang tadinya non-leisure untuk konsumsi leisure,” ucap Ketua BPS, Suhariyanto.

Studi Nielsen (2015) menunjukkan bahwa milenial yang merupakan konsumen dominan di Indonesia saat ini (mencapai 46%) lebih royal menghabiskan duitnya untuk kebutuhan yang bersifat lifestyle dan experience seperti: makan di luar rumah, nonton bioskop, rekreasi, juga perawatan tubuh, muka, dan rambut.

Sementara itu di kalangan milenial muda dan Gen-Z kini mulai muncul gaya hidup minimalis (minimalist lifestyle) dimana mereka mulai mengurangi kepemilikian (owning) barang-barang dan menggantinya dengan kepemilikan bersama (sharing). Dengan bijak mereka mulai menggunakan uangnya untuk konsumsi pengalaman seperti: jalan-jalan backpacker, nonton konser, atau nongkrong di coffee shop.

Berbagai fenomana pasar berikut ini semakin meyakinkan makin pentingngnya sektor leisure sebagai mesin baru ekonomi Indonesia. Bandara di seluruh tanah air ramai luar biasa melebihi terminal bis. Hotel budget di Bali, Yogya, atau Bandung full booked tak hanya di hari Sabtu-minggu, tapi juga hari biasa. Tiket kereta api selalu sold-out. Jalan tol antar kota macet luar biasa di hari kejepit nasional. Destinasi-destinasi wisata baru bermunculan (contoh di Banyuwangi, Bantul atau Gunung Kidul) dan makin ramai dikunjungi wisatawan.

Sektor pariwisata kini ditetapkan oleh pemerintah sebagai core economy Indonesia karena kontribusinya yang sangat siknifikan bagi perekonomian nasional. Saat ini sektor pariwisata merupakan penyumbang devisa kedua terbesar setelah kelapa sawit dan diproyeksikan 2-3 tahun lagi akan menjadi penyumbang devisa nomor satu. Ini merupakan yang pertama dalam sejarah perekonomian Indonesia dimana pariwisata menjadi tulang punggung ekonomi bangsa.

Tak hanya itu, kafe dan resto berkonsep experiential menjamur baik di first cities maupun second cities. Kedai kopi third wave kini sedang happening. Warung modern ala Kids Jaman Now seperti Warunk Upnormal agresif membuka cabang. Pusat kecantikan dan wellness menjamur bak jamur di musim hujan. Konser musik, bioskop, karaoke, hingga pijat refleksi tak pernah sepi dari pengunjung. Semuanya menjadi pertanda pentingnya leisure sebagai lokomotif perekonomian Indonesia.

The Drivers

Kenapa leisure-based consumption menjadi demikian penting bagi konsumen dan mereka mau menyisihkan sebagian besar pendapatan untuk liburan atau nongkrong di kafe/mal?

Setidaknya ada beberapa drivers yang membentuk leisure economy.

#1. Consumption as a Lifestyle
Konsumsi kini tak hanya melulu memenuhi kebutuhan dasar sandang, pangan, papan. Konsumen kita ke Starbucks atau Warunk Upnormal bukan sekedar untuk ngopi atau makan, tapi juga dalam rangka mengekspresikan gaya hidup. Ekspresi diri sebagai bagian inhenren dari konsumsi ini terutama didorong maraknya media sosial terutama Instagram.

#2. From Goods to Experience
Kaum middle class milennials kita mulai menggeser prioritas pengeluarannya dari “konsumsi barang” ke “konsumsi pengalaman”. Kini mulai menjadi tradisi, rumah-rumah tangga mulai berhemat dan menabung untuk keperluan berlibur di tengah/akhir tahun maupun di “hari-hari libur kejepit”. Mereka juga mulai banyak menghabiskan waktunya untuk bersosialisasi di mal atau nongkrong di kafe sebagai bagian dari gaya hidup urban.

#3. More Stress, More Travelling
Dari sisi demand, beban kantor yang semakin berat dan lingkungan kerja yang sangat kompetitif menjadikan tingkat stress kaum pekerja (white collar) kita semakin tinggi. Hal inilah yang mendorong kebutuhan leisure (berlibur, jalan-jalan di mal, atau dine-out seluruh anggota keluarga) semakin tinggi.

#4. Low Cost Tourism
Dari sisi supply, murahnya tarif penerbangan (low cost carrier, LCC) yang diikuti murahnya tarif hotel (budget hotel) menciptakan apa yang disebut: low cost tourism. Murahnya biaya berlibur menjadikan permintaan melonjak tajam dan industri pariwisata tumbuh sangat pesat beberapa tahun terakhir.

#5. Traveloka Effect
Momentum leisure economy semakin menemukan momentumnya ketika murahnya transportasi-akomodasi kemudian diikuti dengan kemudahan dalam mendapatkan informasi penerbangan/hotel yang terbaik/termurah melalui aplikasi seperti Traveloka. Kemudahan ini telah memicu minat luar biasa dari seluruh lapisan masyarakat untuk berlibur. Ini yang saya sebut Traveloka Effect.

Welcome to The Leisure Economy.

Welcome Leisure Economy


The Phenomenon

Dalam 3 bulan terakhir muncul diskusi publik yang menarik mengenai fenomena turunnya daya beli konsumen kita yang ditandai dengan sepinya Roxi, Glodok, Matahari, Ramayana, Lotus, bahkan terakhir Debenhams di Senayan City.

Anggapan ini langsung dibantah oleh ekonom karena dalam lima tahun terakhir pertumbuhan riil konsumsi masyarakat robust di angka sekitar 5%. Kalau dilihat angkanya di tahun ini, pertumbuhan ekonomi sampai triwulan III-2017 masih cukup baik sebesar 5,01%. Perlu diingat bahwa konsumsi masyarakat (rumah tangga) masih menjadi kontributor utama PDB kita mencapai 54%.

Sebagian pakar mengatakan sepinya gerai ritel konvensional tersebut disebabkan oleh beralihnya konsumen ke gerai ritel online seperti Tokopedia atau Bukalapak. “Gerai-gerai tradisional di Roxi atau Glodok telah terimbas gelombang disrupsi digital,” begitu kata pakar.

Kesimpulan ini pun misleading karena penjualan e-commerce hanya menyumbang 1,2% dari total GDP kita, dan hanya sekitar 0,8% (2016) dari total penjualan ritel nasional. Memang pertumbuhannya sangat tinggi (eksponensial) tapi magnitute-nya belum cukup siknifikan untuk bisa membuat gonjang-ganjing industri ritel kita.

Kalau konsumen tak lagi banyak belanja di gerai ritel konvensional dan masih sedikit yang belanja di gerai online, maka pertanyaannya, duitnya dibelanjakan ke mana?

The Consumers

Tahun 2010 untuk pertama kalinya pendapatan perkapita masyarakat Indonesia melewati angka $3000. Oleh banyak negara termasuk Cina, angka ini keramat karena dianggap sebagai ambang batas (treshold) sebuah negara naik kelas dari negara miskin menjadi negara berpendapatan menengah (middle-income country).

Ketika melewati angka tersebut, sebagian besar masyarakatnya adalah konsumen kelas menengah (middle-class consumers) dengan pengeluaran berkisar antara $2-10 perhari. Di Indonesia, kini konsumen dengan rentang pengeluaran sebesar itu telah mencapai lebih dari 60% dari total penduduk.

Salah satu ciri konsumen kelas menengah ini adalah bergesernya pola konsumsi mereka dari yang awalnya didominasi oleh makanan-minuman menjadi hiburan dan leisure. Ketika semakin kaya (dan berpendidikan) pola konsumsi mereka juga mulai bergeser dari goods-based consumption (barang tahan lama) menjadi experience-based consumption (pengalaman).

Experience-based consumption ini antara lain: liburan, menginap di hotel, makan dan nongkrong di kafe/resto, nonton film/konser musik, karaoke, nge-gym, wellness, dan lain-lain.

Pergeseran inilah yang bisa menjelaskan kenapa Roxi atau Glodog sepi. Karena konsumen kita mulai tak banyak membeli gadget atau elektronik (goods), mereka mulai memprioritaskan menabung untuk tujuan liburan (experience) di tengah atau akhir tahun. Hal ini juga yang menjelaskan kenapa mal yang berkonsep lifestyle dan kuliner (kafe/resto) seperti Gandaria City, Gran Indonesia, atau Kasablanka tetap ramai, sementara yang hanya menjual beragam produk (pakaian, sepatu, atau peralatan rumah tangga) semakin sepi.

The Shifting

Nah, rupanya pola konsumsi masyarakat Indonesia bergeser sangat cepat menuju ke arah experience-based consumption. Data terbaru BPS menunjukkan, pertumbuhan pengeluaran rumah tangga yang terkait dengan “konsumsi pengalaman” ini meningkat pesat. Pergeseran pola konsumsi dari “non-leisure” ke “leisure” ini mulai terlihat nyata sejak tahun 2015

Untuk kuartal II-2017 misalnya, konsumsi rumah tangga tumbuh 4,95% dari kuartal sebelumnya 4,94%. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga ini dinilai melambat lantaran konsumsi rumah tangga dari sisi makanan dan minuman, konsumsi pakaian, alas kaki, perumahan dan perlengkapan rumah tangga, (goods-based) hanya tumbuh tipis antara 0,03-0,17%. Sementara konsumsi restoran dan hotel (experience-based) melonjak dari 5,43% menjadi 5,87%. “Jadi shifting-nya adalah mengurangi konsumsi yang tadinya non-leisure untuk konsumsi leisure,” ucap Ketua BPS, Suhariyanto.

Studi Nielsen (2015) menunjukkan bahwa milenial yang merupakan konsumen dominan di Indonesia saat ini (mencapai 46%) lebih royal menghabiskan duitnya untuk kebutuhan yang bersifat lifestyle dan experience seperti: makan di luar rumah, nonton bioskop, rekreasi, juga perawatan tubuh, muka, dan rambut.

Sementara itu di kalangan milenial muda dan Gen-Z kini mulai muncul gaya hidup minimalis (minimalist lifestyle) dimana mereka mulai mengurangi kepemilikian (owning) barang-barang dan menggantinya dengan kepemilikan bersama (sharing). Dengan bijak mereka mulai menggunakan uangnya untuk konsumsi pengalaman seperti: jalan-jalan backpacker, nonton konser, atau nongkrong di coffee shop.

Berbagai fenomana pasar berikut ini semakin meyakinkan makin pentingngnya sektor leisure sebagai mesin baru ekonomi Indonesia. Bandara di seluruh tanah air ramai luar biasa melebihi terminal bis. Hotel budget di Bali, Yogya, atau Bandung full booked tak hanya di hari Sabtu-minggu, tapi juga hari biasa. Tiket kereta api selalu sold-out. Jalan tol antar kota macet luar biasa di hari kejepit nasional. Destinasi-destinasi wisata baru bermunculan (contoh di Banyuwangi, Bantul atau Gunung Kidul) dan makin ramai dikunjungi wisatawan.

Sektor pariwisata kini ditetapkan oleh pemerintah sebagai core economy Indonesia karena kontribusinya yang sangat siknifikan bagi perekonomian nasional. Saat ini sektor pariwisata merupakan penyumbang devisa kedua terbesar setelah kelapa sawit dan diproyeksikan 2-3 tahun lagi akan menjadi penyumbang devisa nomor satu. Ini merupakan yang pertama dalam sejarah perekonomian Indonesia dimana pariwisata menjadi tulang punggung ekonomi bangsa.

Tak hanya itu, kafe dan resto berkonsep experiential menjamur baik di first cities maupun second cities. Kedai kopi third wave kini sedang happening. Warung modern ala Kids Jaman Now seperti Warunk Upnormal agresif membuka cabang. Pusat kecantikan dan wellness menjamur bak jamur di musim hujan. Konser musik, bioskop, karaoke, hingga pijat refleksi tak pernah sepi dari pengunjung. Semuanya menjadi pertanda pentingnya leisure sebagai lokomotif perekonomian Indonesia.

The Drivers

Kenapa leisure-based consumption menjadi demikian penting bagi konsumen dan mereka mau menyisihkan sebagian besar pendapatan untuk liburan atau nongkrong di kafe/mal?

Setidaknya ada beberapa drivers yang membentuk leisure economy.

#1. Consumption as a Lifestyle
Konsumsi kini tak hanya melulu memenuhi kebutuhan dasar sandang, pangan, papan. Konsumen kita ke Starbucks atau Warunk Upnormal bukan sekedar untuk ngopi atau makan, tapi juga dalam rangka mengekspresikan gaya hidup. Ekspresi diri sebagai bagian inhenren dari konsumsi ini terutama didorong maraknya media sosial terutama Instagram.

#2. From Goods to Experience
Kaum middle class milennials kita mulai menggeser prioritas pengeluarannya dari “konsumsi barang” ke “konsumsi pengalaman”. Kini mulai menjadi tradisi, rumah-rumah tangga mulai berhemat dan menabung untuk keperluan berlibur di tengah/akhir tahun maupun di “hari-hari libur kejepit”. Mereka juga mulai banyak menghabiskan waktunya untuk bersosialisasi di mal atau nongkrong di kafe sebagai bagian dari gaya hidup urban.

#3. More Stress, More Travelling
Dari sisi demand, beban kantor yang semakin berat dan lingkungan kerja yang sangat kompetitif menjadikan tingkat stress kaum pekerja (white collar) kita semakin tinggi. Hal inilah yang mendorong kebutuhan leisure (berlibur, jalan-jalan di mal, atau dine-out seluruh anggota keluarga) semakin tinggi.

#4. Low Cost Tourism
Dari sisi supply, murahnya tarif penerbangan (low cost carrier, LCC) yang diikuti murahnya tarif hotel (budget hotel) menciptakan apa yang disebut: low cost tourism. Murahnya biaya berlibur menjadikan permintaan melonjak tajam dan industri pariwisata tumbuh sangat pesat beberapa tahun terakhir.

#5. Traveloka Effect
Momentum leisure economy semakin menemukan momentumnya ketika murahnya transportasi-akomodasi kemudian diikuti dengan kemudahan dalam mendapatkan informasi penerbangan/hotel yang terbaik/termurah melalui aplikasi seperti Traveloka. Kemudahan ini telah memicu minat luar biasa dari seluruh lapisan masyarakat untuk berlibur. Ini yang saya sebut Traveloka Effect.

Welcome to The Leisure Economy.

NGERI-NGERI SEDAP DUNIA DIGITAL

Bisnis Kreatif - Hallo sahabat BELAJAR DROPSHIP, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Bisnis Kreatif, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Bisnis Kreatif, Artikel bisnis online, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : NGERI-NGERI SEDAP DUNIA DIGITAL
link : NGERI-NGERI SEDAP DUNIA DIGITAL

Baca juga


Bisnis Kreatif



NGERI-NGERI SEDAP DUNIA DIGITAL
(dari www.alidamanik.com)


Sewaktu cek-in di counter Garuda Indonesia di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, ternyata lebih dari 90% kursi sudah terisi. Padahal kami datang 2 jam sebelum waktu terbang. Kursi-kursi favorit dekat jendela dan di lorong semua sudah fully book. Kami bertiga akhirnya duduk di kursi-kursi tengah dan terpisah satu sama lain, diapit oleh orang-orang asing. Terbayang kami akan mati angin dalam penerbangan panjang itu.
“Sekarang rata-rata sudah (melalui) online cek-in, Pak”, kata petugas counter menjelaskan. “Yang cek-in melalui counter ini udah makin langka, tinggal orang kaya Bapak ini ..”, kata petugas pria setengah baya itu sambil menahan senyum. Saya merasa Bapak ini seolah sedang melihat Dinosaurus.
Tetapi senyum itu tiba-tiba hilang, dan dia berbisik penuh kemasygulan. Mukanya tiba-tiba serius; “tapi jangan ikut-ikutan online cek-in ya Pak. Kalo semua online, nanti kami kerja apa..?” Ahh…kemenangan memang manis…
Dari sekian banyak counter di terminal baru yang megah itu, memang 2 atau 3 saja yang buka. Sisanya kosong. Di counter yang buka itupun tidak terlihat antrian panjang penumpang. Hanya satu-dua saja.
Selamat datang di dunia digital. Dunia dimana mesin dan teknologi akan lebih banyak menggantikan peran manusia.
Dan mesin tak pernah ingkar janji, melakukannya dengan lebih cepat, praktis, efisien ngga pake repot.
Hari-hari ini, kita menyaksikan pengguna jalan tol harus antri lebih panjang kalo mau bayar pake uang tunai dibanding bayar pakai uang digital alias uang elektronik . Anda akan membayar lebih murah transaksi Go-Jek atau Go Food menggunakan Go Pay daripada pake uang tunai. Membeli barang lewat online jauh lebih murah dan efisien daripada anda pergi ke toko-toko atau warung konvensional. Dan seterusnya.
Ini dunia baru yang menggairahkan sekaligus membingungkan.
Menggairahkan karena kita akan masuk ke sebuah era baru yang berbeda yang menjanjikan kemajuan dan efisiensi . Membingungkan –bahkan buat sebagian, sepeti bapak penjaga counter Garuda itu, agak mencemaskan—karena akan ada dampak-dampak yang bukan tidak mungkin menyenggol kepentingan dasar anda. Boleh jadi yang kena senggol itu adalah periuk nasi anda.
Dan itu sudah terjadi.
Lihatlah, sudah berapa banyak mall dan pusat perbelanjaan yang tutup karena tidak mampu bersaing dalam dunia digital ini. Beberapa toko ritel sudah mengumumkan menyerah dan mengibarkan bendera putih. Yang paling tragis adalah kasus Seven Eleven (Sevel), tempat nongkrong anak-anak kekinian yang baru saja beberapa tahun lalu dipuja-puji karena terobosan bisnis modelnya.
Di belakang Sevel, ada Matahari, Ramayana, dan peritel-peritel yang mulai menutup satu demi satu cabangnya. Di belakang mereka, ada ratusan bahkan mungkin ribuan toko, ruko, yang sudah lama memasang pengumuman “DIJUAL” atau “DISEWAKAN”.
Jauh sebelum itu, sudah banyak korban bergelimpangan di medan pertempuran digital ini. Beberapa diantaranya adalah pemain-pemain raksasa yang terkenal seperti Kodak, Nokia dan BlackBerry. Dalam kasus Nokia, Stephen Elop Sang CEO suatu kali berujar penuh galau sebelum perusahaannya diakusisi Microsoft; “ kami tidak melakukan kesalahan apapun, tiba-tiba kami kalah dan punah”.
Dunia perbankan sudah lama mengurangi pelan-pelan pekerjaan –pekerjaan back office. Kalau tidak dikonsolidasi (kata lain dikurangi jumlah karyawannya) ya diotomasi, diganti oleh mesin. Dalam beberapa tahun ke depan, bahkan menurut para banker, akan ada 30 persen pekerjaan di dunia perbankan yang akan hilang, karena akan digantikan oleh teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
Dunia transportasi sedang bersiap-siap untuk menyambut moda transportasi tanpa supir (driverless). Uber, salah satu pioneer dunia digital, sudah menguji coba terobosan ini. Bahkan Uber tidak memiliki asset berupa mobil yang dia sewakan. Dia hanya menyediakan aplikasi digital, dan perusahaan transportasi tradisional (seperti perusahaan taksi), harus menggelepar-gelepar.
Siapa yang menciptakan ini semua? Manusia. Siapa yang paling mengambil untung dari ini semua? Manusia. Siapa yang paling menderita dari ini semua? Juga manusia.
DIMANA POSISI KITA?
Beberapa bulan terakhir saya mendampingi para manager dari perusahaan Telekomunikasi terbesar negeri ini untuk melakukan perubahan menjadi perusahaan Digital. Mereka tidak akan banyak lagi menjual Pulsa dan Data, dua benda misterius yang selama ini menjadi tulang punggung penghasilan mereka. Kini, mereka akan menjual benda lebih misterius dan gaib lagi bernama barang Digital.
Mereka adalah para pemain garda depan di bisnis ini, para petarung yang bergulat di tengah arena permainan dan potensial keluar sebagai pemenang. Karena mereka memiliki sumberdaya melimpah untuk itu. Jaringan kabel atau nir-kabel yang membentang jauh sampai ke pedalaman-pedalaman, sumber daya manusia unggul yang mendapatkan pelatihan dan pendidikan terbaik, sumber dana tak terbatas dari investor kakap mereka, dan lain sebagainya.
Meski begitu, beberapa orang diantara mereka mengakui bahwa mereka sudah lelah mengikuti irama permainan super cepat dan spartan dalam bisnis ini. Mereka mulai berfikir untuk menepi, menjadi hanya penonton atau pengamat saja. Akibatnya mereka mulai berfikir untuk banting setir dan pindah haluan. Karena perubahan ke bisnis digital di perusahaan mereka bukan lagi sebuah pilihan melainkan sebuah keharusan jika ingin bertahan.
Gegap gempita dunia digital yang luar biasa ini memang menarik untuk dicermati, tetapi tentukan dulu posisi anda dimana dalam permainan ini, supaya anda tidak terlalu menghabiskan energi di dalamnya.
Ini siklus biasa saja dalam dunia ini. This old world keeps turning and we are here sit and wonder, kata sebuah pepatah. At the end, what we’re really learning, beibeh...
Perubahan dalam dunia digital ini sama saja dengan perubahan sejak zaman mesin uap di temukan oleh James Watt yang menjadi awal dari revolusi industri dulu. Tidak berbeda dengan perubahan status anda dari seorang bujangan menjadi seorang suami atau istri, kemudian menjadi orang tua. Selalu kita alami setiap saat, seperti perubahan jadwal meeting atau perubahan kebijakan setiap kali ganti pimpinan.
Kata kuncinya sama, sesuaikan saja cara anda berfikir, berdasarkan posisi atau visi yang anda pilih.
Kalau anda dalam posisi PEMAIN, ya anda harus bekerja keras dan cerdas untuk menjadi pemenang. Menjadi yang tercepat, terlincah, terbaik dan ter..ter.. ter… yang lain yang dibutuhkan di arena kompetisi ini. Kalo tidak, ya mungkin anda juga harus menyesuaikan diri untuk main di liga kelas dua, kelas tiga atau kelas jauh.
Kalau anda cuma PENONTON, ya nikmati aja permainan ini. Deg-degan sendiri, ribut sendiri, ketakukan sendiri, kegirangan sendiri, maki-maki atau puja-puji di medsos di time line sendiri, di like sendiri dan dinikmati sendiri di kamar mandi. Tidak ada pengaruhnya apapun terhadap arena permainan, apalagi untuk hidup dan kehidupan.
Kalau anda PENGAMAT, duduk manis dan tulis analisis anda. Jangan terlalu baper seolah orang-orang akan mengikuti cara pandang atau analisis anda. Menjadi pengamat tidak ada bedanya dengan menjadi penonton, cuma dia bisa menulis dan berbicara dengan standar EYD agak mendingan.
Kalau anda ORANG LALU LALANG DI LUAR ARENA, kenapa harus peduli dengan ini semua? Toh mbok-mbok tukang jamu, kuli bangunan, tukang sayur, pemulung dan buaanyak sekali manusia lain tetap percaya bahwa rejeki sudah ada yang ngatur. Why bother?
Tugas mereka hanya berusaha …and let’s God do the rest. Mereka baik-baik saja bersama keluarga mereka dalam dunia seperti apapun.
Wallahu A’lam.



NGERI-NGERI SEDAP DUNIA DIGITAL
(dari www.alidamanik.com)


Sewaktu cek-in di counter Garuda Indonesia di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, ternyata lebih dari 90% kursi sudah terisi. Padahal kami datang 2 jam sebelum waktu terbang. Kursi-kursi favorit dekat jendela dan di lorong semua sudah fully book. Kami bertiga akhirnya duduk di kursi-kursi tengah dan terpisah satu sama lain, diapit oleh orang-orang asing. Terbayang kami akan mati angin dalam penerbangan panjang itu.
“Sekarang rata-rata sudah (melalui) online cek-in, Pak”, kata petugas counter menjelaskan. “Yang cek-in melalui counter ini udah makin langka, tinggal orang kaya Bapak ini ..”, kata petugas pria setengah baya itu sambil menahan senyum. Saya merasa Bapak ini seolah sedang melihat Dinosaurus.
Tetapi senyum itu tiba-tiba hilang, dan dia berbisik penuh kemasygulan. Mukanya tiba-tiba serius; “tapi jangan ikut-ikutan online cek-in ya Pak. Kalo semua online, nanti kami kerja apa..?” Ahh…kemenangan memang manis…
Dari sekian banyak counter di terminal baru yang megah itu, memang 2 atau 3 saja yang buka. Sisanya kosong. Di counter yang buka itupun tidak terlihat antrian panjang penumpang. Hanya satu-dua saja.
Selamat datang di dunia digital. Dunia dimana mesin dan teknologi akan lebih banyak menggantikan peran manusia.
Dan mesin tak pernah ingkar janji, melakukannya dengan lebih cepat, praktis, efisien ngga pake repot.
Hari-hari ini, kita menyaksikan pengguna jalan tol harus antri lebih panjang kalo mau bayar pake uang tunai dibanding bayar pakai uang digital alias uang elektronik . Anda akan membayar lebih murah transaksi Go-Jek atau Go Food menggunakan Go Pay daripada pake uang tunai. Membeli barang lewat online jauh lebih murah dan efisien daripada anda pergi ke toko-toko atau warung konvensional. Dan seterusnya.
Ini dunia baru yang menggairahkan sekaligus membingungkan.
Menggairahkan karena kita akan masuk ke sebuah era baru yang berbeda yang menjanjikan kemajuan dan efisiensi . Membingungkan –bahkan buat sebagian, sepeti bapak penjaga counter Garuda itu, agak mencemaskan—karena akan ada dampak-dampak yang bukan tidak mungkin menyenggol kepentingan dasar anda. Boleh jadi yang kena senggol itu adalah periuk nasi anda.
Dan itu sudah terjadi.
Lihatlah, sudah berapa banyak mall dan pusat perbelanjaan yang tutup karena tidak mampu bersaing dalam dunia digital ini. Beberapa toko ritel sudah mengumumkan menyerah dan mengibarkan bendera putih. Yang paling tragis adalah kasus Seven Eleven (Sevel), tempat nongkrong anak-anak kekinian yang baru saja beberapa tahun lalu dipuja-puji karena terobosan bisnis modelnya.
Di belakang Sevel, ada Matahari, Ramayana, dan peritel-peritel yang mulai menutup satu demi satu cabangnya. Di belakang mereka, ada ratusan bahkan mungkin ribuan toko, ruko, yang sudah lama memasang pengumuman “DIJUAL” atau “DISEWAKAN”.
Jauh sebelum itu, sudah banyak korban bergelimpangan di medan pertempuran digital ini. Beberapa diantaranya adalah pemain-pemain raksasa yang terkenal seperti Kodak, Nokia dan BlackBerry. Dalam kasus Nokia, Stephen Elop Sang CEO suatu kali berujar penuh galau sebelum perusahaannya diakusisi Microsoft; “ kami tidak melakukan kesalahan apapun, tiba-tiba kami kalah dan punah”.
Dunia perbankan sudah lama mengurangi pelan-pelan pekerjaan –pekerjaan back office. Kalau tidak dikonsolidasi (kata lain dikurangi jumlah karyawannya) ya diotomasi, diganti oleh mesin. Dalam beberapa tahun ke depan, bahkan menurut para banker, akan ada 30 persen pekerjaan di dunia perbankan yang akan hilang, karena akan digantikan oleh teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
Dunia transportasi sedang bersiap-siap untuk menyambut moda transportasi tanpa supir (driverless). Uber, salah satu pioneer dunia digital, sudah menguji coba terobosan ini. Bahkan Uber tidak memiliki asset berupa mobil yang dia sewakan. Dia hanya menyediakan aplikasi digital, dan perusahaan transportasi tradisional (seperti perusahaan taksi), harus menggelepar-gelepar.
Siapa yang menciptakan ini semua? Manusia. Siapa yang paling mengambil untung dari ini semua? Manusia. Siapa yang paling menderita dari ini semua? Juga manusia.
DIMANA POSISI KITA?
Beberapa bulan terakhir saya mendampingi para manager dari perusahaan Telekomunikasi terbesar negeri ini untuk melakukan perubahan menjadi perusahaan Digital. Mereka tidak akan banyak lagi menjual Pulsa dan Data, dua benda misterius yang selama ini menjadi tulang punggung penghasilan mereka. Kini, mereka akan menjual benda lebih misterius dan gaib lagi bernama barang Digital.
Mereka adalah para pemain garda depan di bisnis ini, para petarung yang bergulat di tengah arena permainan dan potensial keluar sebagai pemenang. Karena mereka memiliki sumberdaya melimpah untuk itu. Jaringan kabel atau nir-kabel yang membentang jauh sampai ke pedalaman-pedalaman, sumber daya manusia unggul yang mendapatkan pelatihan dan pendidikan terbaik, sumber dana tak terbatas dari investor kakap mereka, dan lain sebagainya.
Meski begitu, beberapa orang diantara mereka mengakui bahwa mereka sudah lelah mengikuti irama permainan super cepat dan spartan dalam bisnis ini. Mereka mulai berfikir untuk menepi, menjadi hanya penonton atau pengamat saja. Akibatnya mereka mulai berfikir untuk banting setir dan pindah haluan. Karena perubahan ke bisnis digital di perusahaan mereka bukan lagi sebuah pilihan melainkan sebuah keharusan jika ingin bertahan.
Gegap gempita dunia digital yang luar biasa ini memang menarik untuk dicermati, tetapi tentukan dulu posisi anda dimana dalam permainan ini, supaya anda tidak terlalu menghabiskan energi di dalamnya.
Ini siklus biasa saja dalam dunia ini. This old world keeps turning and we are here sit and wonder, kata sebuah pepatah. At the end, what we’re really learning, beibeh...
Perubahan dalam dunia digital ini sama saja dengan perubahan sejak zaman mesin uap di temukan oleh James Watt yang menjadi awal dari revolusi industri dulu. Tidak berbeda dengan perubahan status anda dari seorang bujangan menjadi seorang suami atau istri, kemudian menjadi orang tua. Selalu kita alami setiap saat, seperti perubahan jadwal meeting atau perubahan kebijakan setiap kali ganti pimpinan.
Kata kuncinya sama, sesuaikan saja cara anda berfikir, berdasarkan posisi atau visi yang anda pilih.
Kalau anda dalam posisi PEMAIN, ya anda harus bekerja keras dan cerdas untuk menjadi pemenang. Menjadi yang tercepat, terlincah, terbaik dan ter..ter.. ter… yang lain yang dibutuhkan di arena kompetisi ini. Kalo tidak, ya mungkin anda juga harus menyesuaikan diri untuk main di liga kelas dua, kelas tiga atau kelas jauh.
Kalau anda cuma PENONTON, ya nikmati aja permainan ini. Deg-degan sendiri, ribut sendiri, ketakukan sendiri, kegirangan sendiri, maki-maki atau puja-puji di medsos di time line sendiri, di like sendiri dan dinikmati sendiri di kamar mandi. Tidak ada pengaruhnya apapun terhadap arena permainan, apalagi untuk hidup dan kehidupan.
Kalau anda PENGAMAT, duduk manis dan tulis analisis anda. Jangan terlalu baper seolah orang-orang akan mengikuti cara pandang atau analisis anda. Menjadi pengamat tidak ada bedanya dengan menjadi penonton, cuma dia bisa menulis dan berbicara dengan standar EYD agak mendingan.
Kalau anda ORANG LALU LALANG DI LUAR ARENA, kenapa harus peduli dengan ini semua? Toh mbok-mbok tukang jamu, kuli bangunan, tukang sayur, pemulung dan buaanyak sekali manusia lain tetap percaya bahwa rejeki sudah ada yang ngatur. Why bother?
Tugas mereka hanya berusaha …and let’s God do the rest. Mereka baik-baik saja bersama keluarga mereka dalam dunia seperti apapun.
Wallahu A’lam.

Angpao pun Dikirim dengan WeChat

Bisnis Kreatif - Hallo sahabat BELAJAR DROPSHIP, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Bisnis Kreatif, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Bisnis Kreatif, Artikel bisnis online, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Angpao pun Dikirim dengan WeChat
link : Angpao pun Dikirim dengan WeChat

Baca juga


Bisnis Kreatif

Angpao pun Dikirim dengan WeChat
Oleh Dahlan Iskan
25 September 2017

Tiba di Tianjin pekan lalu saya tersenyum: jumlah sepeda yang bisa disewa bertambah dua kali lipat. Begitu pesat perkembangan enam bulan terakhir.

Di rumah sakit tempat saya checkup pun begitu banyak sepeda sewaan. Sebelah gerbang selatan. Sebelah gerbang timur. Sebelah gerbang utara. Penuh dengan sepeda sewaan diparkir.

Enam bulan yang lalu hanya satu perusahaan yang menyediakan sepeda sewaan. Mobike. Warnanya kuning hitam.

Kini ada empat perusahaan yang bergerak di sektor itu. Dengan warna sepeda yang berbeda. Sistemnya saja yang sama. Gunakan handphone. Untuk memotret barcode di sepeda itu.

Sedetik kemudian muncul empat angka di layar handphone. Anda tinggal memencet tombol empat angka yang ada di kunci sepeda. Jlek. Kunci membuka. Anda sudah bisa menaiki sepeda itu ke mana pun.

Tidak perlu mengembalikannya ke tempat asal. Anda taruh saja di mana pun tujuan Anda. Tidak harus di tempat khusus. Di bawah pohon pun boleh. Yang penting Anda kunci lagi. Sebagai tanda Anda sudah selesai memakainya.

Untuk menentukan tagihan di handphone Anda. Nanti pasti ada orang yang memerlukan sepeda itu lagi. Biayanya pun murah. Hanya 1 yuan. Atau setara Rp 2.000 satu jam.

Rumah sakit yang merawat saya ini tidak menyediakan makan untuk pasien. Waktu makan siang, setelah pemeriksaan lab yang pertama, saya menuju gerbang belakang. Di kanan-kiri banyak sepeda sewaan parkir.

Saya praktikkan sewa sepeda itu. Gampang sekali. Untuk jarak dekat betul-betul lebih praktis. Dan lebih cepat. Katakanlah sampai jarak 5 kilometer. Daripada naik taksi. Apalagi jalanan macet. Tarif taksi adalah 8 yuan. Untuk 5 kilometer pertama.

Bahkan, barusan saya naik sepeda sewaan yang terbaru: tidak perlu pencet empat nomor. Begitu memotret barcode dengan handphone langsung jlek...kuncinya membuka sendiri.

Saya pun menikmati bersepeda sewaan. Di udara akhir September yang sejuk. Bisa melawan arus, kalau terpaksa. Asal di pinggir. Tidak dianggap melanggar. Setidaknya tidak disalahkan.

Saya lihat sudah begitu banyak orang lalu-lalang dengan sepeda sewaan. Teknologi informasi begitu mendarah daging sudah.

Tidak hanya bayar sepeda sewaan yang pakai handphone. Kini toko-toko sudah jarang menerima pembayaran dengan kartu debit atau kartu kredit atau uang cash. Sudah lebih banyak dengan handphone.

Menggunakan Alipay (grup Alibaba) atau WeChat. Maka seseorang yang sudah mengambil barang di toko langsung datang ke kasir untuk menyodorkan handphone.

Saya sempatkan berdiri di depan toko untuk melakukan pengamatan. Dari sepuluh pembeli yang saya lihat, hanya satu yang membayar dengan uang. Yang sembilan cukup menyodorkan handphone.

”Di pasar pun ibu-ibu beli sayur sudah dengan handphone,” ujar teman saya yang asli Tianjin.

”Praktis sekarang ini di Tiongkok tidak perlu mengantongi uang,” tambahnya. Juga tidak perlu punya dompet. Tidak ada kartu yang perlu dimasukkan dompet.

Dan yang lucu, mulai Imlek tahun lalu angpao pun sudah dikirim dengan WeChat. Teman saya, seorang bos perusahaan di Beijing, bercerita: tahun ini tadi semua angpao untuk anak-anak sudah 100 persen dia kirim via WeChat.

Tahun lalu hanya untuk anak-anak yang jauh yang dikirim via WeChat. Tahun ini tadi untuk anak-anak yang bertetangga pun angpaonya dikirim via WeChat.

E-money benar-benar sudah memasyarakat di Tiongkok. Inilah zaman matinya kartu kredit atau kartu debit. Di Tiongkok. Dalam hal ini Tiongkok sudah melompati Singapura sekalipun.

Kedatangan saya juga disuguhi berita baru: yuan sudah diterima sebagai mata uang internasional. Bocoran berita seperti itu sudah lama beredar, tapi bocoran kepastiannya baru keluar dari IMF pekan lalu.

Yang penting bukan informasi itu sendiri, melainkan spekulasi di balik penerimaan itu: akankah yuan menjadi pengganti US dollar (USD) di masa 30 tahun lagi?

Kenapa 30 tahun lagi? Rupanya ada yang menghubungkan dengan siklus seratus tahunan. Tiap sekitar 100 tahun mata uang yang mendominasi dunia selalu berganti. USD sudah merajai dunia sekitar 80 tahun. Artinya, 20 tahun lagi kemaharajaannya mencapai 100 tahun.

Raja 100 tahun sebelumnya adalah pound sterling. Mata uang Inggris. Yang mengakhirinya adalah Perang Dunia Pertama. Kekuatan pound sterling digerogoti Prancis dan Jerman.

Saat pound sterling melemah, frank-nya Prancis maupun mark-nya Jerman belum cukup kuat untuk menggantikannya. Maka perpecahan Eropa itu membuat dolar Amerika Serikat mengambil alih dunia.

Seratus tahun sebelum pound sterling adalah real Spanyol. Beriringan dengan penguasaan Spanyol atas hampir seluruh daratan Amerika. Mulai Argentina sampai California.

Sebelum itu lagi adalah gulden-nya Belanda. Sisa-sisa kehebatan Belanda di bidang keuangan ini masih terasa sampai sekarang. Kini pun Belanda masih sering disebut sebagai Yahudi-nya Eropa.

Itulah sejarah raja-raja mata uang dunia modern. Memang sejarah mencatat mata uang Roma (aureus) pernah merajai dunia. Itu 100 tahun sebelum lahirnya tahun Masehi.

Mata uang aureus lenyap seiring dengan runtuhnya Roma. Maka mata uang solidus (dari Kekaisaran Byzantium) menggantikannya.

Raja mata uang terakhir sebelum real adalah fiorino dari Kerajaan Florence (sekarang bagian dari Italia). Florence memang pernah jaya di bidang keuangan.

Di Florence-lah sistem bank pertama lahir di dunia. Kalau catatan itu tidak dianggap cacat. Sebab, Tiongkok juga mengklaim sebagai tempat lahirnya bank. Saya pernah mengunjungi tempat kelahirannya di Pingyao, sekarang masuk Provinsi Shanxi.

Sebenarnya banyak yang bercita-cita menjadi raja mata uang dunia. Tapi, yen Jepang ternyata gagal. Padahal, ekonomi Jepang pernah menjadi terbesar kedua setelah Amerika Serikat.

Dinar Arab juga gagal. Euro yang merupakan kesatuan mata uang Eropa juga belum berhasil menggeser USD.

Kini kita akan menyaksikan apakah yuan Tiongkok bakal mampu menggusur USD. Atau yang akan digusur menemukan cara. Agar menjadi raja abadi. Misalnya berdoa agar ada perang di Asia. (*)

Angpao pun Dikirim dengan WeChat
Oleh Dahlan Iskan
25 September 2017


Tiba di Tianjin pekan lalu saya tersenyum: jumlah sepeda yang bisa disewa bertambah dua kali lipat. Begitu pesat perkembangan enam bulan terakhir.

Di rumah sakit tempat saya checkup pun begitu banyak sepeda sewaan. Sebelah gerbang selatan. Sebelah gerbang timur. Sebelah gerbang utara. Penuh dengan sepeda sewaan diparkir.

Enam bulan yang lalu hanya satu perusahaan yang menyediakan sepeda sewaan. Mobike. Warnanya kuning hitam.

Kini ada empat perusahaan yang bergerak di sektor itu. Dengan warna sepeda yang berbeda. Sistemnya saja yang sama. Gunakan handphone. Untuk memotret barcode di sepeda itu.

Sedetik kemudian muncul empat angka di layar handphone. Anda tinggal memencet tombol empat angka yang ada di kunci sepeda. Jlek. Kunci membuka. Anda sudah bisa menaiki sepeda itu ke mana pun.

Tidak perlu mengembalikannya ke tempat asal. Anda taruh saja di mana pun tujuan Anda. Tidak harus di tempat khusus. Di bawah pohon pun boleh. Yang penting Anda kunci lagi. Sebagai tanda Anda sudah selesai memakainya.

Untuk menentukan tagihan di handphone Anda. Nanti pasti ada orang yang memerlukan sepeda itu lagi. Biayanya pun murah. Hanya 1 yuan. Atau setara Rp 2.000 satu jam.

Rumah sakit yang merawat saya ini tidak menyediakan makan untuk pasien. Waktu makan siang, setelah pemeriksaan lab yang pertama, saya menuju gerbang belakang. Di kanan-kiri banyak sepeda sewaan parkir.

Saya praktikkan sewa sepeda itu. Gampang sekali. Untuk jarak dekat betul-betul lebih praktis. Dan lebih cepat. Katakanlah sampai jarak 5 kilometer. Daripada naik taksi. Apalagi jalanan macet. Tarif taksi adalah 8 yuan. Untuk 5 kilometer pertama.

Bahkan, barusan saya naik sepeda sewaan yang terbaru: tidak perlu pencet empat nomor. Begitu memotret barcode dengan handphone langsung jlek...kuncinya membuka sendiri.

Saya pun menikmati bersepeda sewaan. Di udara akhir September yang sejuk. Bisa melawan arus, kalau terpaksa. Asal di pinggir. Tidak dianggap melanggar. Setidaknya tidak disalahkan.

Saya lihat sudah begitu banyak orang lalu-lalang dengan sepeda sewaan. Teknologi informasi begitu mendarah daging sudah.

Tidak hanya bayar sepeda sewaan yang pakai handphone. Kini toko-toko sudah jarang menerima pembayaran dengan kartu debit atau kartu kredit atau uang cash. Sudah lebih banyak dengan handphone.

Menggunakan Alipay (grup Alibaba) atau WeChat. Maka seseorang yang sudah mengambil barang di toko langsung datang ke kasir untuk menyodorkan handphone.

Saya sempatkan berdiri di depan toko untuk melakukan pengamatan. Dari sepuluh pembeli yang saya lihat, hanya satu yang membayar dengan uang. Yang sembilan cukup menyodorkan handphone.

”Di pasar pun ibu-ibu beli sayur sudah dengan handphone,” ujar teman saya yang asli Tianjin.

”Praktis sekarang ini di Tiongkok tidak perlu mengantongi uang,” tambahnya. Juga tidak perlu punya dompet. Tidak ada kartu yang perlu dimasukkan dompet.

Dan yang lucu, mulai Imlek tahun lalu angpao pun sudah dikirim dengan WeChat. Teman saya, seorang bos perusahaan di Beijing, bercerita: tahun ini tadi semua angpao untuk anak-anak sudah 100 persen dia kirim via WeChat.

Tahun lalu hanya untuk anak-anak yang jauh yang dikirim via WeChat. Tahun ini tadi untuk anak-anak yang bertetangga pun angpaonya dikirim via WeChat.

E-money benar-benar sudah memasyarakat di Tiongkok. Inilah zaman matinya kartu kredit atau kartu debit. Di Tiongkok. Dalam hal ini Tiongkok sudah melompati Singapura sekalipun.

Kedatangan saya juga disuguhi berita baru: yuan sudah diterima sebagai mata uang internasional. Bocoran berita seperti itu sudah lama beredar, tapi bocoran kepastiannya baru keluar dari IMF pekan lalu.

Yang penting bukan informasi itu sendiri, melainkan spekulasi di balik penerimaan itu: akankah yuan menjadi pengganti US dollar (USD) di masa 30 tahun lagi?

Kenapa 30 tahun lagi? Rupanya ada yang menghubungkan dengan siklus seratus tahunan. Tiap sekitar 100 tahun mata uang yang mendominasi dunia selalu berganti. USD sudah merajai dunia sekitar 80 tahun. Artinya, 20 tahun lagi kemaharajaannya mencapai 100 tahun.

Raja 100 tahun sebelumnya adalah pound sterling. Mata uang Inggris. Yang mengakhirinya adalah Perang Dunia Pertama. Kekuatan pound sterling digerogoti Prancis dan Jerman.

Saat pound sterling melemah, frank-nya Prancis maupun mark-nya Jerman belum cukup kuat untuk menggantikannya. Maka perpecahan Eropa itu membuat dolar Amerika Serikat mengambil alih dunia.

Seratus tahun sebelum pound sterling adalah real Spanyol. Beriringan dengan penguasaan Spanyol atas hampir seluruh daratan Amerika. Mulai Argentina sampai California.

Sebelum itu lagi adalah gulden-nya Belanda. Sisa-sisa kehebatan Belanda di bidang keuangan ini masih terasa sampai sekarang. Kini pun Belanda masih sering disebut sebagai Yahudi-nya Eropa.

Itulah sejarah raja-raja mata uang dunia modern. Memang sejarah mencatat mata uang Roma (aureus) pernah merajai dunia. Itu 100 tahun sebelum lahirnya tahun Masehi.

Mata uang aureus lenyap seiring dengan runtuhnya Roma. Maka mata uang solidus (dari Kekaisaran Byzantium) menggantikannya.

Raja mata uang terakhir sebelum real adalah fiorino dari Kerajaan Florence (sekarang bagian dari Italia). Florence memang pernah jaya di bidang keuangan.

Di Florence-lah sistem bank pertama lahir di dunia. Kalau catatan itu tidak dianggap cacat. Sebab, Tiongkok juga mengklaim sebagai tempat lahirnya bank. Saya pernah mengunjungi tempat kelahirannya di Pingyao, sekarang masuk Provinsi Shanxi.

Sebenarnya banyak yang bercita-cita menjadi raja mata uang dunia. Tapi, yen Jepang ternyata gagal. Padahal, ekonomi Jepang pernah menjadi terbesar kedua setelah Amerika Serikat.

Dinar Arab juga gagal. Euro yang merupakan kesatuan mata uang Eropa juga belum berhasil menggeser USD.

Kini kita akan menyaksikan apakah yuan Tiongkok bakal mampu menggusur USD. Atau yang akan digusur menemukan cara. Agar menjadi raja abadi. Misalnya berdoa agar ada perang di Asia. (*)

Inovasi adalah Kunci

Bisnis Kreatif - Hallo sahabat BELAJAR DROPSHIP, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Bisnis Kreatif, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Bisnis Kreatif, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Inovasi adalah Kunci
link : Inovasi adalah Kunci

Baca juga


Bisnis Kreatif

Inovasi adalah kunci

Hari ini suka atau tidak, fakta sudah terjadi.

1. 10 tahun yang lalu Yahoo adalah raksasa dunia internet. Fakta hari ini habis terlindas oleh Google.

2. 10 tahun yang lalu, Nokia dengan symbiannya adalah raja ponsel di seluruh dunia.
Fakta hari ini Symbian tinggal kenangan, dihajar power dari Android.

3. 10 tahun yang lalu, surat kabar, majalah, dan televisi adalah media informasi paling efektif.
Fakta hari ini, mereka tergerus oleh YouTube, Facebook,Twitter,

4. 10 tahun yang lalu gerai matahari, Ramayana, Carrefour adalah raja dunia retail .

Fakta hari ini,gerai mereka banyak tutup, tergantikan oleh Bukalapak, Tokopedia, shoope, dll.

5. 10 tahun yang lalu kita masih pakai kertas, survey, dll jika ingin kredit,
Fakta hari ini, mereka akan segera tergerus oleh akulaku dan kredivo.

6. 10 tahun yang lalu ojek adalah profesi yang bahkan tidak dipandang sebelah mata pun.
Fakta hari ini, tukang ojek adalah S1 bahkan S2, karena sudah online.

7. 10 tahun  lalu, dunia investasi hanyalah milik orang kaya, orang banyak duit.
Fakta hari ini, dengan uang 100 rb rupiah pun pengamen jalanan bisa beli Reksadana saham.

8. 10 tahun yang lalu Anda buka toko kelontong harus pakai modal besar.
Fakta hari ini, hanya bermodal Smartphone Anda bisa jadi grosir dengan aplikasi Kudo.

9. 10 tahun yang lalu orang menggunakan website utk promosi. Fakta hari ini, orang mengunduh aplikasi mobile untk mencari kebutuhannya sehari2.

10. 10 tahun yang lalu kita harus bermodal miliaran jika ingin buka sebuah pabrik/ lini usaha , sekarang hanya bermodalkan web site atau mobile apps anda sdh bisa buka usaha seperti pabrik dan bertransaksi on line.

11. 10 tahun lalu orang tidak terlalu percaya asuransi, sekarang semua di paksa ikut asuransi oleh pemerintah melalui BPJS, karena biaya pendidikan dan kesehatan semakin menggila, sekarang apapun bisa di asuransikan : asuransi jiwa, kebakaran , kerugian/kehilangan, asuransi dokument, asuransi jika rice cooker,kulkas kesambar petir,
Hp ke cemplung air bahkan hal hal yg tidak masuk akal pun bisa di asuransikan, jennifer lopez mengasuransikan pantat sexy nya, mariah carey mengasuransikan pita suaranya.
10 tahun lagi masyarakat indonesia akan menjadi asuransi mindet karena di paksa oleh keadaan.
Pada saat itu orang- orang yang berkecimpung dan menggeluti bidang asuransi adalah para miliader karena anda memulai lebih cepat dari pada yang lain, ketika yang lain memandang
Bidang asuransi hanyalah sebagai kerjaan sampingan, atau untuk mengisi waktu luang.

Sekali lagi  jika hari ini Anda tidak terbuka akan informasi,perubahan dan ikut dalam perubahan itu sendiri.

Percayalah 10 tahun lagi Anda adalah orang orang yang akan di gilas oleh zaman, di gilas oleh
Perubahan.
inovasi, tidak akan pernah berhenti, meskipun Anda berkeras untuk tidak mengikuti perubahan itu.

Begitu juga bisnis,
Jika sekarang Anda masih nyaman kerja di Bank, percayalah 10 tahun lagi bahkan kantor Bank pun mungkin akan pakai sedikit sekali karyawan. Karena tergantikan oleh aplikasi Alipay.
Bahkan sekarang di Tiongkok sudah ada supermarket yang tidak menggunakan tenaga manusia sama sekali.

Berubah itu baik, berubah itu perlu, agar Anda bisa bertahan untuk  hidup di jaman yang begitu cepat perubahannya.
CHANGE OR DIE !!!

Inovasi adalah kunci


Hari ini suka atau tidak, fakta sudah terjadi.

1. 10 tahun yang lalu Yahoo adalah raksasa dunia internet. Fakta hari ini habis terlindas oleh Google.

2. 10 tahun yang lalu, Nokia dengan symbiannya adalah raja ponsel di seluruh dunia.
Fakta hari ini Symbian tinggal kenangan, dihajar power dari Android.

3. 10 tahun yang lalu, surat kabar, majalah, dan televisi adalah media informasi paling efektif.
Fakta hari ini, mereka tergerus oleh YouTube, Facebook,Twitter,

4. 10 tahun yang lalu gerai matahari, Ramayana, Carrefour adalah raja dunia retail .

Fakta hari ini,gerai mereka banyak tutup, tergantikan oleh Bukalapak, Tokopedia, shoope, dll.

5. 10 tahun yang lalu kita masih pakai kertas, survey, dll jika ingin kredit,
Fakta hari ini, mereka akan segera tergerus oleh akulaku dan kredivo.

6. 10 tahun yang lalu ojek adalah profesi yang bahkan tidak dipandang sebelah mata pun.
Fakta hari ini, tukang ojek adalah S1 bahkan S2, karena sudah online.

7. 10 tahun  lalu, dunia investasi hanyalah milik orang kaya, orang banyak duit.
Fakta hari ini, dengan uang 100 rb rupiah pun pengamen jalanan bisa beli Reksadana saham.

8. 10 tahun yang lalu Anda buka toko kelontong harus pakai modal besar.
Fakta hari ini, hanya bermodal Smartphone Anda bisa jadi grosir dengan aplikasi Kudo.

9. 10 tahun yang lalu orang menggunakan website utk promosi. Fakta hari ini, orang mengunduh aplikasi mobile untk mencari kebutuhannya sehari2.

10. 10 tahun yang lalu kita harus bermodal miliaran jika ingin buka sebuah pabrik/ lini usaha , sekarang hanya bermodalkan web site atau mobile apps anda sdh bisa buka usaha seperti pabrik dan bertransaksi on line.

11. 10 tahun lalu orang tidak terlalu percaya asuransi, sekarang semua di paksa ikut asuransi oleh pemerintah melalui BPJS, karena biaya pendidikan dan kesehatan semakin menggila, sekarang apapun bisa di asuransikan : asuransi jiwa, kebakaran , kerugian/kehilangan, asuransi dokument, asuransi jika rice cooker,kulkas kesambar petir,
Hp ke cemplung air bahkan hal hal yg tidak masuk akal pun bisa di asuransikan, jennifer lopez mengasuransikan pantat sexy nya, mariah carey mengasuransikan pita suaranya.
10 tahun lagi masyarakat indonesia akan menjadi asuransi mindet karena di paksa oleh keadaan.
Pada saat itu orang- orang yang berkecimpung dan menggeluti bidang asuransi adalah para miliader karena anda memulai lebih cepat dari pada yang lain, ketika yang lain memandang
Bidang asuransi hanyalah sebagai kerjaan sampingan, atau untuk mengisi waktu luang.

Sekali lagi  jika hari ini Anda tidak terbuka akan informasi,perubahan dan ikut dalam perubahan itu sendiri.

Percayalah 10 tahun lagi Anda adalah orang orang yang akan di gilas oleh zaman, di gilas oleh
Perubahan.
inovasi, tidak akan pernah berhenti, meskipun Anda berkeras untuk tidak mengikuti perubahan itu.

Begitu juga bisnis,
Jika sekarang Anda masih nyaman kerja di Bank, percayalah 10 tahun lagi bahkan kantor Bank pun mungkin akan pakai sedikit sekali karyawan. Karena tergantikan oleh aplikasi Alipay.
Bahkan sekarang di Tiongkok sudah ada supermarket yang tidak menggunakan tenaga manusia sama sekali.

Berubah itu baik, berubah itu perlu, agar Anda bisa bertahan untuk  hidup di jaman yang begitu cepat perubahannya.
CHANGE OR DIE !!!

Mau Kaya Dengan Bisnis Skema Ponzi?

Bisnis Kreatif - Hallo sahabat BELAJAR DROPSHIP, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Bisnis Kreatif, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Bisnis Kreatif, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Mau Kaya Dengan Bisnis Skema Ponzi?
link : Mau Kaya Dengan Bisnis Skema Ponzi?

Baca juga


Bisnis Kreatif

Mau kaya dengan bisnis skema ponzi? nih saya kasih ilustrasinya:
buka perusahaan atau koperasi, tawarkan investasi dg hasil 5% per bulan alias 60% per tahun..
edan ora? 60% per tahun pasti akan menarik perhatian para pencari jalan pintas -- kalau nabung di bank bunga cuma 6%, kalau buat dagang sendiri ada kemungkinan rugi, bangkrut, ludes, dan masih dapat capek pulak; sementara ini hanya ongkang-ongkang kaki dpt 60%..
bagaimana kalkulasinya?
tahun I asumsi dapat investasi 100 juta, maka:
- sisihkan 60% atau 60 juta utk bayar bunga
- untung 40 juta -- hidup yg prihatin
- viralkan testimoni mereka yg dpt 5% per bulan, biar makin banyak yg tertarik..
tahun II dapat investasi 1M, maka:
- kembalikan investasi tahun I sebesar 100jt
- sisihkan 60% atau 600jt utk bayar bunga
- untung 300juta -- mulai belajar hidup bergaya
- viralkan testimoni mereka yg dpt 5% per bulan, biar makin banyak yg tertarik..
tahun III dapat investasi 10M, maka:
- kembalikan investasi tahun II sebesar 1M
- sisihkan 60% atau 6M utk bayar bunga
- untung 3M --> sdh mulai bisa hidup mewah
- viralkan testimoni mereka yg dpt 5% per bulan, biar makin banyak yg tertarik..
tahun IV dapat investasi 100M, maka:
- kembalikan investasi tahun III sebesar 10M
- sisihkan 60% atau 60M utk bayar bunga
- untung 30M --> sdh bisa hidup makin mewah
- viralkan testimoni mereka yg dpt 5% per bulan, biar makin banyak yg tertarik..
tahun V dapat investasi 1T, maka:
- kembalikan investasi tahun IV sebesar 100M
- sisihkan 60% atau 600M utk bayar bunga
- untung 300M --> sdh bisa hidup super mewah
- viralkan testimoni mereka yg dpt 5% per bulan, biar makin banyak yg tertarik..
tahun VI dapat investasi cuma 100M, maklum, daya beli masyarakat lagi turun, maka:
- siap-siap diperiksa polisi
- simpan rapat keuntungan utk persiapan hidup di penjara dan sesudahnya
- siapkan anggaran sekitar 6M saja untuk:
* meringankan vonis, maksimal hukuman utk penipuan dan penggelapan adalah 4 tahun, dg anggaran 1-2M bisa dpt vonis 2-3 tahun
* hidup mewah di penjara, konon biayanya maksimal 100jt per bulan utk hidup bagai raja, jadi maksimal butuh 36 bulan (3 tahun) dikalikan 100jt, hanya 3,6M saja, plus anggaran sedekah selama di penjara total jenderal 4M
tiga tahun selepas penjara masih punya simpanan lebih dari 250M, enak bukan?
#edisisarkas

Mau kaya dengan bisnis skema ponzi? nih saya kasih ilustrasinya:
buka perusahaan atau koperasi, tawarkan investasi dg hasil 5% per bulan alias 60% per tahun..
edan ora? 60% per tahun pasti akan menarik perhatian para pencari jalan pintas -- kalau nabung di bank bunga cuma 6%, kalau buat dagang sendiri ada kemungkinan rugi, bangkrut, ludes, dan masih dapat capek pulak; sementara ini hanya ongkang-ongkang kaki dpt 60%..
bagaimana kalkulasinya?
tahun I asumsi dapat investasi 100 juta, maka:
- sisihkan 60% atau 60 juta utk bayar bunga
- untung 40 juta -- hidup yg prihatin
- viralkan testimoni mereka yg dpt 5% per bulan, biar makin banyak yg tertarik..
tahun II dapat investasi 1M, maka:
- kembalikan investasi tahun I sebesar 100jt
- sisihkan 60% atau 600jt utk bayar bunga
- untung 300juta -- mulai belajar hidup bergaya
- viralkan testimoni mereka yg dpt 5% per bulan, biar makin banyak yg tertarik..
tahun III dapat investasi 10M, maka:
- kembalikan investasi tahun II sebesar 1M
- sisihkan 60% atau 6M utk bayar bunga
- untung 3M --> sdh mulai bisa hidup mewah
- viralkan testimoni mereka yg dpt 5% per bulan, biar makin banyak yg tertarik..
tahun IV dapat investasi 100M, maka:
- kembalikan investasi tahun III sebesar 10M
- sisihkan 60% atau 60M utk bayar bunga
- untung 30M --> sdh bisa hidup makin mewah
- viralkan testimoni mereka yg dpt 5% per bulan, biar makin banyak yg tertarik..
tahun V dapat investasi 1T, maka:
- kembalikan investasi tahun IV sebesar 100M
- sisihkan 60% atau 600M utk bayar bunga
- untung 300M --> sdh bisa hidup super mewah
- viralkan testimoni mereka yg dpt 5% per bulan, biar makin banyak yg tertarik..
tahun VI dapat investasi cuma 100M, maklum, daya beli masyarakat lagi turun, maka:
- siap-siap diperiksa polisi
- simpan rapat keuntungan utk persiapan hidup di penjara dan sesudahnya
- siapkan anggaran sekitar 6M saja untuk:
* meringankan vonis, maksimal hukuman utk penipuan dan penggelapan adalah 4 tahun, dg anggaran 1-2M bisa dpt vonis 2-3 tahun
* hidup mewah di penjara, konon biayanya maksimal 100jt per bulan utk hidup bagai raja, jadi maksimal butuh 36 bulan (3 tahun) dikalikan 100jt, hanya 3,6M saja, plus anggaran sedekah selama di penjara total jenderal 4M
tiga tahun selepas penjara masih punya simpanan lebih dari 250M, enak bukan?
#edisisarkas

Customer Cerdas pengguna Ojek Online

Bisnis Kreatif - Hallo sahabat BELAJAR DROPSHIP, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Bisnis Kreatif, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Bisnis Kreatif, Artikel bisnis online, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Customer Cerdas pengguna Ojek Online
link : Customer Cerdas pengguna Ojek Online

Baca juga


Bisnis Kreatif

Customer Cerdas pengguna Ojek Online :

Seorang customer pembeli deposit grab pay di tanya alasan membeli saldo grab ke pengemudi :

"Mbak kenapa membeli grab pay ?"

Jawab customer :

"Saya setiap isi 50ribu dapat 75ribu.., kalau isi 100ribu dapat 150ribu."

Artinya saya mendapatkan 50% potongan harga setiap kali perjalanan tanpa menggunakan promo.

Pengemudi :
Wah cerdas sekali mbak..:+1::grin:

Customer :
Kalau di tempat lain hanya 25-30% potongan deposit itupun kadang saldo saya tersisa tidak bisa digunakan,..sama aja saya rugi 10% , misal saya beli deposit 50ribu maka saldo tersisa saya 5000 tidak bisa digunakan..:information_desk_person:

Customer Cerdas pengguna Ojek Online :

Seorang customer pembeli deposit grab pay di tanya alasan membeli saldo grab ke pengemudi :

"Mbak kenapa membeli grab pay ?"

Jawab customer :

"Saya setiap isi 50ribu dapat 75ribu.., kalau isi 100ribu dapat 150ribu."

Artinya saya mendapatkan 50% potongan harga setiap kali perjalanan tanpa menggunakan promo.

Pengemudi :
Wah cerdas sekali mbak..:+1::grin:

Customer :
Kalau di tempat lain hanya 25-30% potongan deposit itupun kadang saldo saya tersisa tidak bisa digunakan,..sama aja saya rugi 10% , misal saya beli deposit 50ribu maka saldo tersisa saya 5000 tidak bisa digunakan..:information_desk_person:

WASPADA! 10 kesalahan fatal start up Indonesia yang harus Anda ketahui

Bisnis Kreatif - Hallo sahabat BELAJAR DROPSHIP, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Bisnis Kreatif, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Bisnis Kreatif, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : WASPADA! 10 kesalahan fatal start up Indonesia yang harus Anda ketahui
link : WASPADA! 10 kesalahan fatal start up Indonesia yang harus Anda ketahui

Baca juga


Bisnis Kreatif


1. Tidak memiliki BLUEPRINT
Apapun bisnis Anda, tanpa blueprint, visi Anda akan terlihat remang-remang. Ketika hendak mendirikan sebuah bisnis atau Startup, Anda harus memiliki tujuan dan visi yang jelas. Bukan berarti Anda harus membuat ide sederhana menjadi rumit, tapi justru memahami ‘MEANING’ dan ‘MANTRA’ yang jelas. 

Twitter yang memiliki visi “To be the pulse of the planet” . Menurut Tony Hsieh dari Zappos, kita harus mengejar visi, bukan uang. Karena uang akan mengikuti kita. Itu berarti visi memang memiliki kedudukan yang sangat penting ketika kita hendak mendirikan suatu bisnis atau Startup.

2. Terlalu Cepat Pindah FOKUS
Kesalahan besar saat Anda memulai bisnis adalah ingin cepat sukses lalu mulai ‘gatal’ mencoba bisnis lain yang lebih menjanjikan. Efeknya Anda menjadi kehilangan fokus. Kenyataan bahwa Start up adalah proses TRIAL & ERROR berarti Anda harus konsentrasi penuh sampai menemukan FORMULA terbaik. Sayangnya, memiliki banyak fokus, selalu kalah tajam dengan orang yang fokus pada kesuksesan bisnis Start up mereka.

3. Membuat desain produk berdasarkan khayalan
Jangan berpikir setelah mendapat ide, berarti Anda sudah memiliki produk yang layak. Setiap hari ada jutaan ide bisnis, hanya segelintir yang benar-benar layak jual. Steve Jobs pernah berkata “Desain bukan hanya apa yang dapat kita lihat dan kita rasakan, tapi desain juga adalah cara kerjanya”.

4. Membangun sesuatu yang tidak diinginkan orang banyak
Anda harus mampu membuat sebuah produk atau layanan yang disukai, diinginkan dan tentu saja dibutuhkan oleh pelanggan Anda. Pastikan bahwa Anda sedang membangun produk yang tepat untuk audiens Anda sebelum menyempurnakan pengalaman mereka terhadap produk Anda. Anda harus menjelajahi pasar, mencari asumsi atau pendapat orang, dan menemukan peluang baru yang berpotensi lebih menguntungkan. Kebanyakan sebuah ide memang muncul dari asumsi orang orang yang berbeda – beda.

5. Sibuk ‘ngejar investor’ bukan fokus mencari customer
Mendapat investor sangat baik, tapi, bukan prioritas pertama. Karena tidak ada investor yang tertarik dengan produk yang TIDAK LAKU dipasaran. Cara yang terbaik membuat Startup Anda sukses adalah dengan memiliki model bisnis yang memungkinkan membuat bisnis Anda mandiri.

6. Idealis, tidak mau mendengar masukan
Customer is KING! Tapi sering kali kita membela diri ketika pelanggan mengkritik. Bahkan, kita bisa menyalahkan konsumen karena merasa mereka terlalu ‘bodoh’ untuk memahami produk Anda. Idealis bisa baik jika disertai dengan ‘continuous improvement’. Jangan hanya ingin pelanggan mendengarkan promosi Anda, Anda juga harus siap mendengarkan kritik mereka.

7. Salah Timing (waktu) Peluncuran Produk
Jangan luncurkan jika belum siap, tapi jangan terlalu lambat juga. Kompetitor ada dimana-mana, jika mereka lebih siap, Anda hancur. Untuk itu memahami timing sangat penting. Apakah Anda tahu waktu terbaik meluncurkan produk Anda? Apa rahasianya? Kapan waktu terbaik membuat pelanggan ketagihan berbelanja dengan Anda dan menceritakan pengalaman terbaik mereka lewat media sosial?

8. Semua dikerjakan sendiri & tidak memiliki mentor
Malu bertanya sesat dijalan, adalah peribahasa yang sangat tepat dalam berbisnis. Malu bertanya, bangkrut dijalan, bisa saja terjadi. Semangat boleh, egois sih jangan. Meskipun Anda adalah yang paling handal, lebih penting untuk fokus pada pengembangan daripada jadi pemadam kebakaran. Jangan pernah malu untuk sekedar bertanya atau meminta bantuan, baik itu kepada teman, bawahan ataupun memiliki coach atau mentor bisnis.

9. Tidak memiliki rencana ekspansi
Hanya mendirikan tanpa memiliki rencana untuk pertumbuhan, tentu saja akan sangat berbahaya. Bisnis yang Anda rintis harus terus tumbuh dan berkembang secepat mungkin. Apa yang belum Anda lakukan untuk membuat bisnis berkembang akan menjadi titik lemah dimata investor karena tidak realistis.

10. Wrong Man, Wrong Place
Start up yang terlalu cepat menempatkan terlalu banyak orang semakin besar resiko gagal. Karena Anda bukan hanya sibuk mengelola tapi juga beresiko karena tim belum kompeten. Kesalahan dalam memilih anggota tim, itu bisa saja menjadi bencana bagi Anda. Karena, Anda akan membuang buang waktu untuk mencari lagi dan lagi karyawan yang cocok dengan Anda. Apakah Anda sudah memiliki system yang tepat untuk mendeteksi 

‘RIGHT MAN, RIGHT PLACE’?

JANGAN BIARKAN KEGAGALAN ORANG LAIN MENJADI KEGAGALAN ANDA!


1. Tidak memiliki BLUEPRINT
Apapun bisnis Anda, tanpa blueprint, visi Anda akan terlihat remang-remang. Ketika hendak mendirikan sebuah bisnis atau Startup, Anda harus memiliki tujuan dan visi yang jelas. Bukan berarti Anda harus membuat ide sederhana menjadi rumit, tapi justru memahami ‘MEANING’ dan ‘MANTRA’ yang jelas. 

Twitter yang memiliki visi “To be the pulse of the planet” . Menurut Tony Hsieh dari Zappos, kita harus mengejar visi, bukan uang. Karena uang akan mengikuti kita. Itu berarti visi memang memiliki kedudukan yang sangat penting ketika kita hendak mendirikan suatu bisnis atau Startup.

2. Terlalu Cepat Pindah FOKUS
Kesalahan besar saat Anda memulai bisnis adalah ingin cepat sukses lalu mulai ‘gatal’ mencoba bisnis lain yang lebih menjanjikan. Efeknya Anda menjadi kehilangan fokus. Kenyataan bahwa Start up adalah proses TRIAL & ERROR berarti Anda harus konsentrasi penuh sampai menemukan FORMULA terbaik. Sayangnya, memiliki banyak fokus, selalu kalah tajam dengan orang yang fokus pada kesuksesan bisnis Start up mereka.

3. Membuat desain produk berdasarkan khayalan
Jangan berpikir setelah mendapat ide, berarti Anda sudah memiliki produk yang layak. Setiap hari ada jutaan ide bisnis, hanya segelintir yang benar-benar layak jual. Steve Jobs pernah berkata “Desain bukan hanya apa yang dapat kita lihat dan kita rasakan, tapi desain juga adalah cara kerjanya”.

4. Membangun sesuatu yang tidak diinginkan orang banyak
Anda harus mampu membuat sebuah produk atau layanan yang disukai, diinginkan dan tentu saja dibutuhkan oleh pelanggan Anda. Pastikan bahwa Anda sedang membangun produk yang tepat untuk audiens Anda sebelum menyempurnakan pengalaman mereka terhadap produk Anda. Anda harus menjelajahi pasar, mencari asumsi atau pendapat orang, dan menemukan peluang baru yang berpotensi lebih menguntungkan. Kebanyakan sebuah ide memang muncul dari asumsi orang orang yang berbeda – beda.

5. Sibuk ‘ngejar investor’ bukan fokus mencari customer
Mendapat investor sangat baik, tapi, bukan prioritas pertama. Karena tidak ada investor yang tertarik dengan produk yang TIDAK LAKU dipasaran. Cara yang terbaik membuat Startup Anda sukses adalah dengan memiliki model bisnis yang memungkinkan membuat bisnis Anda mandiri.

6. Idealis, tidak mau mendengar masukan
Customer is KING! Tapi sering kali kita membela diri ketika pelanggan mengkritik. Bahkan, kita bisa menyalahkan konsumen karena merasa mereka terlalu ‘bodoh’ untuk memahami produk Anda. Idealis bisa baik jika disertai dengan ‘continuous improvement’. Jangan hanya ingin pelanggan mendengarkan promosi Anda, Anda juga harus siap mendengarkan kritik mereka.

7. Salah Timing (waktu) Peluncuran Produk
Jangan luncurkan jika belum siap, tapi jangan terlalu lambat juga. Kompetitor ada dimana-mana, jika mereka lebih siap, Anda hancur. Untuk itu memahami timing sangat penting. Apakah Anda tahu waktu terbaik meluncurkan produk Anda? Apa rahasianya? Kapan waktu terbaik membuat pelanggan ketagihan berbelanja dengan Anda dan menceritakan pengalaman terbaik mereka lewat media sosial?

8. Semua dikerjakan sendiri & tidak memiliki mentor
Malu bertanya sesat dijalan, adalah peribahasa yang sangat tepat dalam berbisnis. Malu bertanya, bangkrut dijalan, bisa saja terjadi. Semangat boleh, egois sih jangan. Meskipun Anda adalah yang paling handal, lebih penting untuk fokus pada pengembangan daripada jadi pemadam kebakaran. Jangan pernah malu untuk sekedar bertanya atau meminta bantuan, baik itu kepada teman, bawahan ataupun memiliki coach atau mentor bisnis.

9. Tidak memiliki rencana ekspansi
Hanya mendirikan tanpa memiliki rencana untuk pertumbuhan, tentu saja akan sangat berbahaya. Bisnis yang Anda rintis harus terus tumbuh dan berkembang secepat mungkin. Apa yang belum Anda lakukan untuk membuat bisnis berkembang akan menjadi titik lemah dimata investor karena tidak realistis.

10. Wrong Man, Wrong Place
Start up yang terlalu cepat menempatkan terlalu banyak orang semakin besar resiko gagal. Karena Anda bukan hanya sibuk mengelola tapi juga beresiko karena tim belum kompeten. Kesalahan dalam memilih anggota tim, itu bisa saja menjadi bencana bagi Anda. Karena, Anda akan membuang buang waktu untuk mencari lagi dan lagi karyawan yang cocok dengan Anda. Apakah Anda sudah memiliki system yang tepat untuk mendeteksi 

‘RIGHT MAN, RIGHT PLACE’?

JANGAN BIARKAN KEGAGALAN ORANG LAIN MENJADI KEGAGALAN ANDA!

Menghasilkan Uang Di Kala Tidur

Bisnis Kreatif - Hallo sahabat BELAJAR DROPSHIP, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Bisnis Kreatif, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Bisnis Kreatif, Artikel Marketing, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Menghasilkan Uang Di Kala Tidur
link : Menghasilkan Uang Di Kala Tidur

Baca juga


Bisnis Kreatif

"Jika Anda tidak menemukan cara menghasilkan uang saat anda tidur.. anda harus bekerja sampai anda meninggal" Warren Buffet




Sepenggal kalimat singkat dari Om Warren Buffet yang membuat saya, Bro R. Hermawan serta beberapa sobat saya untuk mulai membangun passive income dan aset kami.
Coba Anda bayangkan Sobat, apabila amit amit suatu saat salah satu orang yang menjadi sumber penghasilan kita mengalami musibah sakit?
Tentu penghasilan dia akan terhenti sejenak, mgkn tidak langsung berhenti total hanya berkurang karna tidak bisa masuk bekerja, sehingga pendapatan uang makan dan transport terpaksa berkurang karena sistem yg ada.
Tentunya itu akan berpengaruh bagi biaya hidup dia, belum lagi apabila dia menjadi tulang punggung keluarga, bagaimana nasib istri / suami dan anaknya serta orang tuanya?
Karena saya pribadi saat ini membiayai kedua orang tua saya.
Tidak sedikit yang mengelak, saya jago cari uang sobat, sebulan saya bisa dapat ratusan juta bahkan miliyaran rupiah sobat.
Betul sobat, saya setuju dengan Anda. Tapi pertanyaannya ketika Anda terkena musibah dan saat itu Anda belum membangun ternak uang Anda.
Apakah orang selain Anda dikeluarga tersebut bisa menghasilkan uang seperti Anda tadi? Belum tentu bukan sobat?
Pertanyaannya bukan berapa banyak uang yang bisa Anda dapat, tetapi berapa banyak yang bisa Anda simpan dan menghasilkan uang tanpa bekerja lagi?


Setiap orang kepingin punya ternak Uang tapi terkadang mereka bingung mau buat ternak uang seperti apa, dan tidak punya gambaran memulai karena tidak tahu mereka sebenarnya cocok dan bisa memulai dari mana.

mengerikan sekali yaaaaa....

masa hidup hanya untuk bekerja ?
mending kalau pas "harus" kerja tubuh ini masih mampu ?!
terus kapan melihat dunia ini kalo kerja terus ?
Perubahan Hidup itu terjadi, karena kita melakukan sesuatu bukan sekedar mendengar sesuatu...
Setiap Peluang itu bisa menjadi Uang, klo kita tahu caranya dan mengerti cara bermainnya.

"Jika Anda tidak menemukan cara menghasilkan uang saat anda tidur.. anda harus bekerja sampai anda meninggal" Warren Buffet




Sepenggal kalimat singkat dari Om Warren Buffet yang membuat saya, Bro R. Hermawan serta beberapa sobat saya untuk mulai membangun passive income dan aset kami.
Coba Anda bayangkan Sobat, apabila amit amit suatu saat salah satu orang yang menjadi sumber penghasilan kita mengalami musibah sakit?
Tentu penghasilan dia akan terhenti sejenak, mgkn tidak langsung berhenti total hanya berkurang karna tidak bisa masuk bekerja, sehingga pendapatan uang makan dan transport terpaksa berkurang karena sistem yg ada.
Tentunya itu akan berpengaruh bagi biaya hidup dia, belum lagi apabila dia menjadi tulang punggung keluarga, bagaimana nasib istri / suami dan anaknya serta orang tuanya?
Karena saya pribadi saat ini membiayai kedua orang tua saya.
Tidak sedikit yang mengelak, saya jago cari uang sobat, sebulan saya bisa dapat ratusan juta bahkan miliyaran rupiah sobat.
Betul sobat, saya setuju dengan Anda. Tapi pertanyaannya ketika Anda terkena musibah dan saat itu Anda belum membangun ternak uang Anda.
Apakah orang selain Anda dikeluarga tersebut bisa menghasilkan uang seperti Anda tadi? Belum tentu bukan sobat?
Pertanyaannya bukan berapa banyak uang yang bisa Anda dapat, tetapi berapa banyak yang bisa Anda simpan dan menghasilkan uang tanpa bekerja lagi?


Setiap orang kepingin punya ternak Uang tapi terkadang mereka bingung mau buat ternak uang seperti apa, dan tidak punya gambaran memulai karena tidak tahu mereka sebenarnya cocok dan bisa memulai dari mana.

mengerikan sekali yaaaaa....

masa hidup hanya untuk bekerja ?
mending kalau pas "harus" kerja tubuh ini masih mampu ?!
terus kapan melihat dunia ini kalo kerja terus ?
Perubahan Hidup itu terjadi, karena kita melakukan sesuatu bukan sekedar mendengar sesuatu...
Setiap Peluang itu bisa menjadi Uang, klo kita tahu caranya dan mengerti cara bermainnya.

Cara Menanam Hidroponik

Bisnis Kreatif - Hallo sahabat BELAJAR DROPSHIP, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Bisnis Kreatif, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Bisnis Kreatif, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Cara Menanam Hidroponik
link : Cara Menanam Hidroponik

Baca juga


Bisnis Kreatif

Cara menanam Hidroponik Sederhana | Selamat datang di blogku. Kali ini saya akan membahas tentang cara menanam hidroponik sederhana. Sebelum kita masuk ke pembahasan tentang cara menanam hidroponik, terlebih dahulu harus kita ketahui hal mendasar tentang tanaman. Tanaman atau tumbuhan seperti halnya makhluk hidup yang lain membutuhkan beberapa hal sebagi prasyarat hidup. Hal mendasar yang diperlukan oleh tanaman sebagai syarat hidup adalah : air, cahaya matahari, udara, nutrisi, dan media perakaran. Nah, tanah adalah termasuk salah satu media perakaran, tetapi bukan satu-satunya sebagai syarat hidup.
Pernahkah anda melihat tanaman enceng gondok? Asal muasal bertanam hidroponik juga terinspirasi dari tanaman enceng gondok yang tidak memerlukan media tanah sebagai tempat perakaran.

1. Pengertian Hidroponik

Gambar 1 : Tanaman hidroponik
cara menanam hidroponik dengan botol bekas
cara menanam hidroponik dengan botol bekas
Hidroponik adalah sebuah metode bercocok tanam yang tidak memakai media tanah untuk menanam tanaman, namun sebagai gantinya adalah air yang mengandung nutrisi nutrisi tertentu sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik. Sebagai media tanam penggantinya bisa menggunakan bahan-bahan yang bersifat porus seperti sterofoam,pasir,dan sebagainya.
Pada budidaya tanaman hidroponik, semua kebutuhan nutrisi disediakan dalam jumlah yang tepat dan diberikan dalam bentuk larutan. Cara menanam hidroponik skala besar/perkebunan berbeda dengan skala hobi yang hanya beberapa tanaman saja.
Untuk cara bertanam hidroponik sederhana skala kecil/hobi, kita bisa memanfaatkan benda-benda di sekitar. Diantaranya adalah botol bekas air mineral. Persiapan cara menanam hidroponik dengan botol bekas tidaklah rumit. Cukup siapkan botol bekas air mineral ukuran 1 liter, media tanam (rockwool atau floral foam), sumbu flanel, cutter, gunting, dan paku untuk melubangi botol air mineral. Detil cara pembuatannya saya jelaskan di bawah.

2. Jenis Tanaman Hidroponik

Gambar 2 : Jenis-jenis tanaman hidroponik
jenis tanaman hidroponik
jenis tanaman hidroponik
Semua tanaman pada umumnya dapat ditumbuhkan secara hidroponik. Hampir semua sistem dapat digunakan dengan baik. Contoh tanaman hidroponik yang sangat mudah untuk di tanam dengan cara menanam hidroponik adalah jenis tanaman sayuran daun.

Contoh tanaman hidroponik:

Selada, mentimun, sawi, kangkung, pakcoy, kailan, seledri, kemangi dan lain sebagainya. Tetapi seiring perkembangan jaman sekarang bertanam hidroponik juga sudah diterapkan pada tanaman-tanaman lainnya seperti lombok, padi, jagung, bunga mawar, dan lain sebagainya. Tentunya, untuk tiap jenis tanaman ada perlakuan masing-masing yang akan diterangkan di bawah.
Lihat selengkapnya : Jenis jenis tanaman hidroponik

3. Cara Menanam Hidroponik dengan Botol Bekas

Gambar 3 : Menanam Hidroponik dengan botol bekas
cara menanam hidroponik dengan botol bekas
Langkah-langkah cara menanam hidroponik dengan botol bekas:
- Potong botol bekas air mineral menjadi dua bagian menggunakan gunting atau cutter.
- Panaskan paku, lalu buat beberapa lubang berdiameter 1 cm di potongan botol bekas bagian atas maupun bawah untuk aerasi.
- Untuk hidroponik sistem sumbu, biarkan tutup botol bekas tetap di tempatnya, kemudian buat lubang tepat di tengah-tengah tutup botol untuk memasukkan sumbu flanel.
- Untuk Hidroponik menggunakan sistem apung, buka tutup botol bekas sehingga akar menembus media tanam lalu berkembang di permukaan larutan nutrisi.
- masukkan larutan nutrisi ke dalam potongan botol bekas yang bawah
- Masukkan potongan botol bekas bagian atas secara terbalik (tutup botol di bawah) ke potongan botol bekas bagian bawah yang sudah diisi larutan nutrisi.
- Masukkan media tanam ke dalam potongan botol bekas bagian atas.

cara menanam hidroponik dengan botol bekas
cara menanam hidroponik dengan botol bekas

4. Langkah Awal Cara Menanam Hidroponik sederhana

a) Penyiapan Benih Tanaman Hidroponik

Benih tanaman hidroponik seperti halnya cara bertanam biasa, bisa anda dapatkan dengan cara membuat sendiri atau membeli di toko pertanian. Untuk anda yang pemula dalam hal bertanam hidroponik saya sarankan untuk membelinya saja, bisa di toko pertanian atau via online yang saat ini banyak bertebaran di toko-toko online seperti lazada atau .
Anggap saja anda sekarang sudah punya benih yang akan ditanam. Selanjutnya semai benih tanaman yang akan ditanam pada tray atau wadah semai, Media semai yang baik dan umum digunakan adalah rockwool. Rockwool sangat praktis karena memiliki daya serap air yang tinggi dan steril. Ini juga sekaligus bisa anda beli pada saat membeli bibit.

b) Penyiapan media tanam Hidroponik

media tanaman hidroponik
media tanaman hidroponik
Gunakan media tanam yang poros, bisa menggunakan campuran sekam bakar dan pasir kerikil, atau campuran rockwool dan pasir kerikil, atau memanfaatkan sabut kelapa. Tempatkan media tanam pada wadah yang diinginkan seperti pot atau kaleng bekas. Jika benih telah cukup umur pindahan ke media tanam.
Kriteria media yang baik :
- tidak mempengaruhi larutan nutrisi
- tidak menyumbat sistem pengairan
- mempunyai pori pori yang baik
Tiap media tanam mempunyai keunggulan masing-masing. Media rockwoll termasuk yang paling banyak dan umum digunakan dalam bertanam hidroponik.

c) Pemberian Nutrisi

Sistem menanam hidroponik tidak menggunakan tanah, maka nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman untuk tumbuh harus dilarutkan dengan air. Pemberian nutrisi dalam  cara menanam hidroponik sangat penting bagi pertumbuhan tanaman, oleh karena itu dosis/ukuran nutrisi yang diberikan harus dihitung dengan presisi antara jumlah unsur makro dan mikro agar pertumbuhan tanaman berlangsung dengan baik. Gunakan nutrisi hidroponik yang tepat dengan jenis tanaman yang ditanam.
Link : Cara meracik nutrisi untuk tanaman hidroponik

Anda bisa meracik sendiri atau membeli nutrisi hidroponik di pasaran. Pemberian nutrisi bisa dengan cara siram manual pagi dan sore hari, atau jika anda ingin lebih praktis anda bisa mencoba cara menanam hidroponik dengan sistem sumbu atau wick silahkan cek pada gambar. Sumbu (bisa dari kapas, sumbu kompor atau kain bekas)  akan mengalirkan nutrisi ke seluruh bagian tanaman. Teknik wick ini adalah salah satu teknik hidroponik sederhana.

d) Perawatan tanaman hidroponik

cara menanam hidroponik sederhana
cara menanam hidroponik
Perawatan pada tanaman hidroponik pada dasarnya tidak berbeda jauh dengan perawatan pada penanaman sistem konvensional seperti pemangkasan, pembersihan gulma dan lain-lain. Pengaturan dosis dan jenis nutrisi yang diberikan pun perlu disesuaikan dengan kebutuhan tanaman, manakala pada saat proses perawatan tanaman ditemukan kecenderungan kelebihan atau kekurangan unsur tertentu. Untuk sampai pada tahap mengenali ini, anda tidak cukup dengan hanya membaca-baca literatur, akan tetapi pengalaman, trial and error, kreatifitaslah yang akan menyempurnakan dan membuat tanaman hidroponik anda tumbuh dan berkembang sesuai dengan yang diharapkan.

Demikian sedikit informasi tentang Cara menanam Hidroponik Sederhana. Mohon maaf jika penjelasannya kurang mendetil. Untuk lebih lengkapnya akan saya postingkan pada postingan berikutnya. Atau anda bisa menuju ke tautan di bawah ini.
 6 Teknik dasar menanam hidroponik sederhana
Saran, pertanyaan, dan komentar bisa anda tuliskan di bawah postingan ini. Terima kasih sudah berkunjung dan berkenan membaca. Semoga ada manfaat yang bisa diambil, terutama dalam hal pengetahuan cara menanam hidroponik sederhana. Salam.

Cara menanam Hidroponik Sederhana | Selamat datang di blogku. Kali ini saya akan membahas tentang cara menanam hidroponik sederhana. Sebelum kita masuk ke pembahasan tentang cara menanam hidroponik, terlebih dahulu harus kita ketahui hal mendasar tentang tanaman. Tanaman atau tumbuhan seperti halnya makhluk hidup yang lain membutuhkan beberapa hal sebagi prasyarat hidup. Hal mendasar yang diperlukan oleh tanaman sebagai syarat hidup adalah : air, cahaya matahari, udara, nutrisi, dan media perakaran. Nah, tanah adalah termasuk salah satu media perakaran, tetapi bukan satu-satunya sebagai syarat hidup.
Pernahkah anda melihat tanaman enceng gondok? Asal muasal bertanam hidroponik juga terinspirasi dari tanaman enceng gondok yang tidak memerlukan media tanah sebagai tempat perakaran.

1. Pengertian Hidroponik

Gambar 1 : Tanaman hidroponik
cara menanam hidroponik dengan botol bekas
cara menanam hidroponik dengan botol bekas
Hidroponik adalah sebuah metode bercocok tanam yang tidak memakai media tanah untuk menanam tanaman, namun sebagai gantinya adalah air yang mengandung nutrisi nutrisi tertentu sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik. Sebagai media tanam penggantinya bisa menggunakan bahan-bahan yang bersifat porus seperti sterofoam,pasir,dan sebagainya.
Pada budidaya tanaman hidroponik, semua kebutuhan nutrisi disediakan dalam jumlah yang tepat dan diberikan dalam bentuk larutan. Cara menanam hidroponik skala besar/perkebunan berbeda dengan skala hobi yang hanya beberapa tanaman saja.
Untuk cara bertanam hidroponik sederhana skala kecil/hobi, kita bisa memanfaatkan benda-benda di sekitar. Diantaranya adalah botol bekas air mineral. Persiapan cara menanam hidroponik dengan botol bekas tidaklah rumit. Cukup siapkan botol bekas air mineral ukuran 1 liter, media tanam (rockwool atau floral foam), sumbu flanel, cutter, gunting, dan paku untuk melubangi botol air mineral. Detil cara pembuatannya saya jelaskan di bawah.

2. Jenis Tanaman Hidroponik

Gambar 2 : Jenis-jenis tanaman hidroponik
jenis tanaman hidroponik
jenis tanaman hidroponik
Semua tanaman pada umumnya dapat ditumbuhkan secara hidroponik. Hampir semua sistem dapat digunakan dengan baik. Contoh tanaman hidroponik yang sangat mudah untuk di tanam dengan cara menanam hidroponik adalah jenis tanaman sayuran daun.

Contoh tanaman hidroponik:

Selada, mentimun, sawi, kangkung, pakcoy, kailan, seledri, kemangi dan lain sebagainya. Tetapi seiring perkembangan jaman sekarang bertanam hidroponik juga sudah diterapkan pada tanaman-tanaman lainnya seperti lombok, padi, jagung, bunga mawar, dan lain sebagainya. Tentunya, untuk tiap jenis tanaman ada perlakuan masing-masing yang akan diterangkan di bawah.
Lihat selengkapnya : Jenis jenis tanaman hidroponik

3. Cara Menanam Hidroponik dengan Botol Bekas

Gambar 3 : Menanam Hidroponik dengan botol bekas
cara menanam hidroponik dengan botol bekas
Langkah-langkah cara menanam hidroponik dengan botol bekas:
- Potong botol bekas air mineral menjadi dua bagian menggunakan gunting atau cutter.
- Panaskan paku, lalu buat beberapa lubang berdiameter 1 cm di potongan botol bekas bagian atas maupun bawah untuk aerasi.
- Untuk hidroponik sistem sumbu, biarkan tutup botol bekas tetap di tempatnya, kemudian buat lubang tepat di tengah-tengah tutup botol untuk memasukkan sumbu flanel.
- Untuk Hidroponik menggunakan sistem apung, buka tutup botol bekas sehingga akar menembus media tanam lalu berkembang di permukaan larutan nutrisi.
- masukkan larutan nutrisi ke dalam potongan botol bekas yang bawah
- Masukkan potongan botol bekas bagian atas secara terbalik (tutup botol di bawah) ke potongan botol bekas bagian bawah yang sudah diisi larutan nutrisi.
- Masukkan media tanam ke dalam potongan botol bekas bagian atas.

cara menanam hidroponik dengan botol bekas
cara menanam hidroponik dengan botol bekas

4. Langkah Awal Cara Menanam Hidroponik sederhana

a) Penyiapan Benih Tanaman Hidroponik

Benih tanaman hidroponik seperti halnya cara bertanam biasa, bisa anda dapatkan dengan cara membuat sendiri atau membeli di toko pertanian. Untuk anda yang pemula dalam hal bertanam hidroponik saya sarankan untuk membelinya saja, bisa di toko pertanian atau via online yang saat ini banyak bertebaran di toko-toko online seperti lazada atau .
Anggap saja anda sekarang sudah punya benih yang akan ditanam. Selanjutnya semai benih tanaman yang akan ditanam pada tray atau wadah semai, Media semai yang baik dan umum digunakan adalah rockwool. Rockwool sangat praktis karena memiliki daya serap air yang tinggi dan steril. Ini juga sekaligus bisa anda beli pada saat membeli bibit.

b) Penyiapan media tanam Hidroponik

media tanaman hidroponik
media tanaman hidroponik
Gunakan media tanam yang poros, bisa menggunakan campuran sekam bakar dan pasir kerikil, atau campuran rockwool dan pasir kerikil, atau memanfaatkan sabut kelapa. Tempatkan media tanam pada wadah yang diinginkan seperti pot atau kaleng bekas. Jika benih telah cukup umur pindahan ke media tanam.
Kriteria media yang baik :
- tidak mempengaruhi larutan nutrisi
- tidak menyumbat sistem pengairan
- mempunyai pori pori yang baik
Tiap media tanam mempunyai keunggulan masing-masing. Media rockwoll termasuk yang paling banyak dan umum digunakan dalam bertanam hidroponik.

c) Pemberian Nutrisi

Sistem menanam hidroponik tidak menggunakan tanah, maka nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman untuk tumbuh harus dilarutkan dengan air. Pemberian nutrisi dalam  cara menanam hidroponik sangat penting bagi pertumbuhan tanaman, oleh karena itu dosis/ukuran nutrisi yang diberikan harus dihitung dengan presisi antara jumlah unsur makro dan mikro agar pertumbuhan tanaman berlangsung dengan baik. Gunakan nutrisi hidroponik yang tepat dengan jenis tanaman yang ditanam.
Link : Cara meracik nutrisi untuk tanaman hidroponik

Anda bisa meracik sendiri atau membeli nutrisi hidroponik di pasaran. Pemberian nutrisi bisa dengan cara siram manual pagi dan sore hari, atau jika anda ingin lebih praktis anda bisa mencoba cara menanam hidroponik dengan sistem sumbu atau wick silahkan cek pada gambar. Sumbu (bisa dari kapas, sumbu kompor atau kain bekas)  akan mengalirkan nutrisi ke seluruh bagian tanaman. Teknik wick ini adalah salah satu teknik hidroponik sederhana.

d) Perawatan tanaman hidroponik

cara menanam hidroponik sederhana
cara menanam hidroponik
Perawatan pada tanaman hidroponik pada dasarnya tidak berbeda jauh dengan perawatan pada penanaman sistem konvensional seperti pemangkasan, pembersihan gulma dan lain-lain. Pengaturan dosis dan jenis nutrisi yang diberikan pun perlu disesuaikan dengan kebutuhan tanaman, manakala pada saat proses perawatan tanaman ditemukan kecenderungan kelebihan atau kekurangan unsur tertentu. Untuk sampai pada tahap mengenali ini, anda tidak cukup dengan hanya membaca-baca literatur, akan tetapi pengalaman, trial and error, kreatifitaslah yang akan menyempurnakan dan membuat tanaman hidroponik anda tumbuh dan berkembang sesuai dengan yang diharapkan.

Demikian sedikit informasi tentang Cara menanam Hidroponik Sederhana. Mohon maaf jika penjelasannya kurang mendetil. Untuk lebih lengkapnya akan saya postingkan pada postingan berikutnya. Atau anda bisa menuju ke tautan di bawah ini.
 6 Teknik dasar menanam hidroponik sederhana
Saran, pertanyaan, dan komentar bisa anda tuliskan di bawah postingan ini. Terima kasih sudah berkunjung dan berkenan membaca. Semoga ada manfaat yang bisa diambil, terutama dalam hal pengetahuan cara menanam hidroponik sederhana. Salam.