Tekun, Pasti Berhasil

- Hallo sahabat BELAJAR DROPSHIP, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul , kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Tekun, Pasti Berhasil
link : Tekun, Pasti Berhasil

Baca juga


Tekun, Pasti Berhasil Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Pernah saya menjawab SMS dari seorang pelajar yang bertanya pada saya, bagaimana caranya supaya menjadi seorang penulis. Kata saya (mengadopsi perkataan Lincoln): “Tanyakan pada diri sendiri, jika kamu sudah mengambil keputusan dan bertekad, maka kamu SUDAH memenangkan separuhnya.” Tak heran, Tung Desem Waringin dalam bukunya “Financial Revolution” mengatakan: “Bayangkanlah seolah-olah kamu SUDAH melakukannya, maka alam bawah sadar akan menyimpan memori itu.”

Apakah untuk menjadi seorang penulis itu harus mempunyai banyak buku-buku? Tidak. Saya sendiri hanya pinjam. Koleksi buku-buku saya juga sedikit. Tetapi saya membaca. Apakah harus memiliki waktu luang yang banyak? Tidak. Saya sendiri menyelesaikan buku pertama di sela-sela waktu pekerjaan saya sebagai pembantu rumah tangga. Apakah harus memiliki tingkat intelektual tertentu? Tidak. Kita semua bisa mempelajari. Bahkan bisa mempelajari apa saja. Apakah harus mempunyai komputer atau laptop sendiri? Tidak. Saya sebelumnya tidak punya komputer. Jadi, kita tidak usah merengek minta dibelikan laptop kepada orang tua kita apalagi merengek kepada Negara ketika kita menjadi anggota DPR.

Saya yang pernah membaca kisah tentang Lincoln, Presiden Amerika Serikat yang paling masyur itu, semasa k
... baca selengkapnya di Tekun, Pasti Berhasil Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Tekun, Pasti Berhasil Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Pernah saya menjawab SMS dari seorang pelajar yang bertanya pada saya, bagaimana caranya supaya menjadi seorang penulis. Kata saya (mengadopsi perkataan Lincoln): “Tanyakan pada diri sendiri, jika kamu sudah mengambil keputusan dan bertekad, maka kamu SUDAH memenangkan separuhnya.” Tak heran, Tung Desem Waringin dalam bukunya “Financial Revolution” mengatakan: “Bayangkanlah seolah-olah kamu SUDAH melakukannya, maka alam bawah sadar akan menyimpan memori itu.”

Apakah untuk menjadi seorang penulis itu harus mempunyai banyak buku-buku? Tidak. Saya sendiri hanya pinjam. Koleksi buku-buku saya juga sedikit. Tetapi saya membaca. Apakah harus memiliki waktu luang yang banyak? Tidak. Saya sendiri menyelesaikan buku pertama di sela-sela waktu pekerjaan saya sebagai pembantu rumah tangga. Apakah harus memiliki tingkat intelektual tertentu? Tidak. Kita semua bisa mempelajari. Bahkan bisa mempelajari apa saja. Apakah harus mempunyai komputer atau laptop sendiri? Tidak. Saya sebelumnya tidak punya komputer. Jadi, kita tidak usah merengek minta dibelikan laptop kepada orang tua kita apalagi merengek kepada Negara ketika kita menjadi anggota DPR.

Saya yang pernah membaca kisah tentang Lincoln, Presiden Amerika Serikat yang paling masyur itu, semasa k
... baca selengkapnya di Tekun, Pasti Berhasil Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

CADANGAN CASH

- Hallo sahabat BELAJAR DROPSHIP, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul , kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Marketing, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : CADANGAN CASH
link : CADANGAN CASH

Baca juga



#self reminder

Hasil gambar untuk cash is king

Ini untuk pengingat saya juga, saya perhatiin dan sayapun pernah mengalami, pebisnis yang jatuh di saat krisis salah satunya tidak punya cadangan cash, cash yang di miliki dari hasil bisnis sebelumnya sudah di convert kepada sesuatu yang di anggapnya adalah "aset".  Mereka berharap bisa punya cadangan cash dari proyeksi hasil periode ke depannya , karena hasil yang didapatkan di bulan depan atau tahun depan akan kurang lebih sama atau meningkat.

 Tapi bagaimana kalo keadaanya ga sesuai yang di harapkan, ini jadi masalah besar dan pelik karena tidak ada dana cadangan yang di simpan, omset ga kunjung membaik yang ada adalah harus nombokin operasional . seenggak ini terjadi di sekeliling saya. Karena proyeksi hasil yang tidak sesuai harapan akan menggerus cash yang di hasilkan sebelumnya.

 Kurang update ilmu yang terus berkembang juga sangat membahayakan , karena masalah yang datang bisa jadi lebih besar daripada ilmu yang dimiliki. Berharap dengan cara lama hasil masih sama atau meningkat adalah mimpi di siang bolong saat ini . Apalagi di era persaingan saat ini, semuanya menjadi lebih cepat decline  .

 ---Apakah anda merasa ..
"Cari uang zaman sekarang lebih sulit drpd zaman dulu."
Kl anda merasa seperti itu, berarti kecepatan anda berinovasi dan beradaptasi dg perubahan kalah cepat dgn perubahan itu sendiri..----

ini adalah salah satu status yang saya inget semenjak 2013 dari timelinenya pa Frans


#self reminder

Hasil gambar untuk cash is king

Ini untuk pengingat saya juga, saya perhatiin dan sayapun pernah mengalami, pebisnis yang jatuh di saat krisis salah satunya tidak punya cadangan cash, cash yang di miliki dari hasil bisnis sebelumnya sudah di convert kepada sesuatu yang di anggapnya adalah "aset".  Mereka berharap bisa punya cadangan cash dari proyeksi hasil periode ke depannya , karena hasil yang didapatkan di bulan depan atau tahun depan akan kurang lebih sama atau meningkat.

 Tapi bagaimana kalo keadaanya ga sesuai yang di harapkan, ini jadi masalah besar dan pelik karena tidak ada dana cadangan yang di simpan, omset ga kunjung membaik yang ada adalah harus nombokin operasional . seenggak ini terjadi di sekeliling saya. Karena proyeksi hasil yang tidak sesuai harapan akan menggerus cash yang di hasilkan sebelumnya.

 Kurang update ilmu yang terus berkembang juga sangat membahayakan , karena masalah yang datang bisa jadi lebih besar daripada ilmu yang dimiliki. Berharap dengan cara lama hasil masih sama atau meningkat adalah mimpi di siang bolong saat ini . Apalagi di era persaingan saat ini, semuanya menjadi lebih cepat decline  .

 ---Apakah anda merasa ..
"Cari uang zaman sekarang lebih sulit drpd zaman dulu."
Kl anda merasa seperti itu, berarti kecepatan anda berinovasi dan beradaptasi dg perubahan kalah cepat dgn perubahan itu sendiri..----

ini adalah salah satu status yang saya inget semenjak 2013 dari timelinenya pa Frans

MELAWAN ARUS (CONTRARIAN)

- Hallo sahabat BELAJAR DROPSHIP, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul , kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel BISNIS, Artikel Marketing, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : MELAWAN ARUS (CONTRARIAN)
link : MELAWAN ARUS (CONTRARIAN)

Baca juga


Hasil gambar untuk ikea

Takutlah pada saat orang lain begitu bersemangat, sebaliknya bersemangatlah ketika orang lain begitu takut (Warren Buffet)

Kutipan Warren Buffet  cukuo reprenstatif untuk menterjemahkan apa itu Contrarian

Pandangan awam menempatkan bahwa seorang entrepreneur sukses sebagai sosok risktaker

Tidak sepenuhnya salah tapi juga ga sepenuhnya bener. Mengambil apa yang di sampaikan malcolm gladwell seorang entrepreneur memiliki sikap mendua terhadap resiko atau bimodal attitude to risk

 Di sisi lain menempuh resiko sosial tapi di sisi lain menghindari resiko operasional
 Untuk menjelaskan maksud tulisan di atas.. kita ambil studi kasusnya dari Ikea ..

Resiko yang di ambil pada saat mindahin produksinya ke polandia

--- 

 ---

Hasil gambar untuk ikea

Takutlah pada saat orang lain begitu bersemangat, sebaliknya bersemangatlah ketika orang lain begitu takut (Warren Buffet)

Kutipan Warren Buffet  cukuo reprenstatif untuk menterjemahkan apa itu Contrarian

Pandangan awam menempatkan bahwa seorang entrepreneur sukses sebagai sosok risktaker

Tidak sepenuhnya salah tapi juga ga sepenuhnya bener. Mengambil apa yang di sampaikan malcolm gladwell seorang entrepreneur memiliki sikap mendua terhadap resiko atau bimodal attitude to risk

 Di sisi lain menempuh resiko sosial tapi di sisi lain menghindari resiko operasional
 Untuk menjelaskan maksud tulisan di atas.. kita ambil studi kasusnya dari Ikea ..

Resiko yang di ambil pada saat mindahin produksinya ke polandia

--- 

 ---

HUKUM BESI PANAS DALAM WRITEPRENEURSHIP.

- Hallo sahabat BELAJAR DROPSHIP, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul , kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Bisnis Kreatif, Artikel Motivasi Bisnis, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : HUKUM BESI PANAS DALAM WRITEPRENEURSHIP.
link : HUKUM BESI PANAS DALAM WRITEPRENEURSHIP.

Baca juga


Hasil gambar untuk menjadi penulis
Insya Allah ini rumus menjadi kaya dan terkenal dengan usaha yang relatif “minimum”. Enak bukan?
Bagaimana caranya? Jadilah penulis yang entrepreneur.
Ini langkah-langkahnya:
1. Jika anda sudah bakat dan suka menulis, maka itu adalah langkah awal yang baik. Namun bagaimana jika anda start dari nol? No problem. Pertama, coba luangkan waktu anda untuk banyak membaca dan belajar menulis. Let’s say anda butuh waktu 1 tahun untuk menjadi seorang pembaca yang baik, dan anda sudah memiliki sedikit ilmu tentang metode menulis yang baik. 1 tahun cukup kan?

2. Kemudian, mulailah menulis buku pertama anda. Biasanya novel lebih mudah. Anda bisa mengangkat pengalaman hidup pribadi, atau kisah orang lain, atau berdasarkan imajinasi. Terserah. Yang terpenting, dalam 3 bulan anda sudah menyelesaikan 1 buah buku. Lalu, cobalah kirim ke penerbit. Dari mulai penerbit yang bagus, sedang, hingga yang kurang terkenal. Tidak masalah. Lalu bagaimana jika tidak ada satu penerbit pun yang mau menerima naskah anda? Saran saya, terbitkanlah sendiri. Anda memang harus modal uang sendiri. Tidak masalah. Terbitkan dulu 200 eksemplar. Anda cukup modal sekitar 3 juta. Tidak terlalu banyak bukan? Dari 200 eksemplar itu, cobalah jual sendiri secara online. Ini adalah ajang latihan untuk melatih kemampuan marketing. Jika 200 eksemplar habis, cetak ulang lah dengan uang hasil penjualan tersebut. Cetak lebih banyak namun secara bertahap.

3. Bagaimana jika menthok-menthoknya buku pertama anda hanya laku 100 eksemplar? No problem. Minimal uang modal cetak anda yang 3 juta itu kembali ke tangan anda. Anda tidak rugi bukan? Setelah ini, cobalah menulis buku anda yang kedua. Paksakan dalam 3 bulan anda sudah menghasilkan buku kedua anda. Apapun genre nya. Lakukan seperti buku pertama anda. Kirim ke penerbit, jika belum ada satupun penerbit yang menerima, cetak dan jual sendiri lagi dengan uang modal 3 juta tersebut. Biasanya, buku kedua lebih baik dari buku pertama, karena anda sudah lebih terlatih dalam menulis. Kalaupun output profitnya tidak jauh berbeda, sekali lagi: no problem.

4. Tulislah terus hingga anda menerbitkan setidaknya 4 judul buku. Saya yakin, dengan kemampuan menulis yang semakin matang dari bulan ke bulan, kualitas buku anda juga pasti mengalami kenaikan. Terus belajar, bila perlu sering sharing dengan penulis yang lebih terkenal, atau mengikuti pelatihan menulis. Ilmu menulis bisa didapatkan dari mana saja.

5. Sekarang, tibalah waktunya anda menulis karya yang “lebih serius”. Targetkan maksimal 6 bulan karya anda selesai. Setelah selesai, kirim buku anda ke penerbit. Saya yakin, jika buku anda benar-benar bagus, pasti ada penerbit yang mau menerbitkannya. Apalagi anda suka berpengalaman menulis 4 buah buku sebelumnya. Jika anda tidak sukses di buku kelima anda, mungkin di buku keenam anda, buku ketujuh anda, atau mungkin buku keduapuluh anda. Tidak masalah. Anda tidak rugi sama sekali. Dan setidaknya sudah ada ratusan mungkin ribuan orang yang pernah membaca buku yang anda cetak sendiri. Percayalah, secara ekonomi, proses yang selama ini anda jalankan bukan sebuah kerugian. Ini merupakan investasi, yang akan dipetik di waktu yang tepat.

6. Jika buku anda booming, maka akan berlaku hukum besi. Anda tahu besi? Jika ada besi yang panjangnya 1 meter, kemudian kita memanaskan besi tersebut dengan api hanya di salah satu titik, misalnya di ujung besi tersebut, maka panasnya akan menjalar ke seluruh bagian dari besi tersebut. Panas satu panas semua. Nah, demikian pula dengan buku anda. Jika anda memiliki 5 buah judul buku, dan hanya ada 1 buku yang booming, maka otomatis 4 buku lainnya akan ikut dicari oleh orang. Mereka penasaran ingin membaca karya anda yang lain. Di saat itulah, 4 buku yang sebelumnya anda terbitkan sendiri, anda bisa terbitkan lagi. Terbitkanlah sendiri. Sebagian anda titipkan dijual di toko buku Gramedia, sebagian lagi anda jual sendiri secara online (agar margin profitnya lebih besar).

7. Bagaimana jika buku-buku anda terjual puluhan ribu eksemplar, bahkan ratusan ribu eksemplar? Bagaimana jika ada yang sampai diangkat ke layar lebar? Benefit apa saja yang bisa diperoleh jika anda menjadi populer? Padahal anda memulai semua ini dari nol. Silahkan coba langkah ini. Let’s say anda “gambling” melakukan hal ini dalam 2 tahun ke depan. Coba lihat 2 tahun lagi apa yang sudah anda dapatkan?

8. Perlu diketahui, buku merupakan produk yang bersifat unscalable. Ia tidak sama dengan produk makanan atau minuman yang untuk menjualnya harus dimasak setiap hari. Anda tidak perlu capek-capek menulis setiap hari. Mungkin anda cukup menghabiskan waktu beberapa bulan untuk menulis satu buku. Namun, kita tidak pernah tahu berapa eksemplar buku yang kita tulis tersebut terjual. Dan kita juga tidak tahu, siapa saja nantinya orang-orang yang membaca buku kita. Boleh jadi buku kita dibaca oleh seorang guru, dosen, rektor, pengusaha, anggota DPR, direktur perusahaan, menteri, atau bahkan presiden. Jika kita menjadi seorang penulis, maka bersiaplah untuk menerima “kejutan rejeki” yang tidak terduga.


Ikhsan Kurnia
Penulis, Pebisnis, Aktivis, Mahasiswa Pascasarjana MBA ITB.

Hasil gambar untuk menjadi penulis
Insya Allah ini rumus menjadi kaya dan terkenal dengan usaha yang relatif “minimum”. Enak bukan?
Bagaimana caranya? Jadilah penulis yang entrepreneur.
Ini langkah-langkahnya:
1. Jika anda sudah bakat dan suka menulis, maka itu adalah langkah awal yang baik. Namun bagaimana jika anda start dari nol? No problem. Pertama, coba luangkan waktu anda untuk banyak membaca dan belajar menulis. Let’s say anda butuh waktu 1 tahun untuk menjadi seorang pembaca yang baik, dan anda sudah memiliki sedikit ilmu tentang metode menulis yang baik. 1 tahun cukup kan?

2. Kemudian, mulailah menulis buku pertama anda. Biasanya novel lebih mudah. Anda bisa mengangkat pengalaman hidup pribadi, atau kisah orang lain, atau berdasarkan imajinasi. Terserah. Yang terpenting, dalam 3 bulan anda sudah menyelesaikan 1 buah buku. Lalu, cobalah kirim ke penerbit. Dari mulai penerbit yang bagus, sedang, hingga yang kurang terkenal. Tidak masalah. Lalu bagaimana jika tidak ada satu penerbit pun yang mau menerima naskah anda? Saran saya, terbitkanlah sendiri. Anda memang harus modal uang sendiri. Tidak masalah. Terbitkan dulu 200 eksemplar. Anda cukup modal sekitar 3 juta. Tidak terlalu banyak bukan? Dari 200 eksemplar itu, cobalah jual sendiri secara online. Ini adalah ajang latihan untuk melatih kemampuan marketing. Jika 200 eksemplar habis, cetak ulang lah dengan uang hasil penjualan tersebut. Cetak lebih banyak namun secara bertahap.

3. Bagaimana jika menthok-menthoknya buku pertama anda hanya laku 100 eksemplar? No problem. Minimal uang modal cetak anda yang 3 juta itu kembali ke tangan anda. Anda tidak rugi bukan? Setelah ini, cobalah menulis buku anda yang kedua. Paksakan dalam 3 bulan anda sudah menghasilkan buku kedua anda. Apapun genre nya. Lakukan seperti buku pertama anda. Kirim ke penerbit, jika belum ada satupun penerbit yang menerima, cetak dan jual sendiri lagi dengan uang modal 3 juta tersebut. Biasanya, buku kedua lebih baik dari buku pertama, karena anda sudah lebih terlatih dalam menulis. Kalaupun output profitnya tidak jauh berbeda, sekali lagi: no problem.

4. Tulislah terus hingga anda menerbitkan setidaknya 4 judul buku. Saya yakin, dengan kemampuan menulis yang semakin matang dari bulan ke bulan, kualitas buku anda juga pasti mengalami kenaikan. Terus belajar, bila perlu sering sharing dengan penulis yang lebih terkenal, atau mengikuti pelatihan menulis. Ilmu menulis bisa didapatkan dari mana saja.

5. Sekarang, tibalah waktunya anda menulis karya yang “lebih serius”. Targetkan maksimal 6 bulan karya anda selesai. Setelah selesai, kirim buku anda ke penerbit. Saya yakin, jika buku anda benar-benar bagus, pasti ada penerbit yang mau menerbitkannya. Apalagi anda suka berpengalaman menulis 4 buah buku sebelumnya. Jika anda tidak sukses di buku kelima anda, mungkin di buku keenam anda, buku ketujuh anda, atau mungkin buku keduapuluh anda. Tidak masalah. Anda tidak rugi sama sekali. Dan setidaknya sudah ada ratusan mungkin ribuan orang yang pernah membaca buku yang anda cetak sendiri. Percayalah, secara ekonomi, proses yang selama ini anda jalankan bukan sebuah kerugian. Ini merupakan investasi, yang akan dipetik di waktu yang tepat.

6. Jika buku anda booming, maka akan berlaku hukum besi. Anda tahu besi? Jika ada besi yang panjangnya 1 meter, kemudian kita memanaskan besi tersebut dengan api hanya di salah satu titik, misalnya di ujung besi tersebut, maka panasnya akan menjalar ke seluruh bagian dari besi tersebut. Panas satu panas semua. Nah, demikian pula dengan buku anda. Jika anda memiliki 5 buah judul buku, dan hanya ada 1 buku yang booming, maka otomatis 4 buku lainnya akan ikut dicari oleh orang. Mereka penasaran ingin membaca karya anda yang lain. Di saat itulah, 4 buku yang sebelumnya anda terbitkan sendiri, anda bisa terbitkan lagi. Terbitkanlah sendiri. Sebagian anda titipkan dijual di toko buku Gramedia, sebagian lagi anda jual sendiri secara online (agar margin profitnya lebih besar).

7. Bagaimana jika buku-buku anda terjual puluhan ribu eksemplar, bahkan ratusan ribu eksemplar? Bagaimana jika ada yang sampai diangkat ke layar lebar? Benefit apa saja yang bisa diperoleh jika anda menjadi populer? Padahal anda memulai semua ini dari nol. Silahkan coba langkah ini. Let’s say anda “gambling” melakukan hal ini dalam 2 tahun ke depan. Coba lihat 2 tahun lagi apa yang sudah anda dapatkan?

8. Perlu diketahui, buku merupakan produk yang bersifat unscalable. Ia tidak sama dengan produk makanan atau minuman yang untuk menjualnya harus dimasak setiap hari. Anda tidak perlu capek-capek menulis setiap hari. Mungkin anda cukup menghabiskan waktu beberapa bulan untuk menulis satu buku. Namun, kita tidak pernah tahu berapa eksemplar buku yang kita tulis tersebut terjual. Dan kita juga tidak tahu, siapa saja nantinya orang-orang yang membaca buku kita. Boleh jadi buku kita dibaca oleh seorang guru, dosen, rektor, pengusaha, anggota DPR, direktur perusahaan, menteri, atau bahkan presiden. Jika kita menjadi seorang penulis, maka bersiaplah untuk menerima “kejutan rejeki” yang tidak terduga.


Ikhsan Kurnia
Penulis, Pebisnis, Aktivis, Mahasiswa Pascasarjana MBA ITB.